Surabaya, memorandum.co.id - Penyidik Unit Pidkor Satreskrim Polrestabes Surabaya terus mendalami dugaan penyelewengan dana Pilwali 2020 Kota Surabaya. Fakta terbaru, bahwa dugaan kebocoran dana mencapai Rp 20 miliar dari anggaran Rp 101,2 miliar yang dikucurkan kepada KPU Kota Surabaya. Polisi pun mengebut pemeriksaan mulai dari pemberi dana (pemkot), penerima dana (KPU), yang selanjutnya diserahkan kepada ketua PPK di 31 kecamatan di Surabaya. Memang, saat ini baru 11 saksi yang sudah diperiksa. "Dari informasi yang masuk sekitar Rp 20 miliar dana hibah," kata sumber internal di Polrestabes Surabaya kepada memorandum.co.id, Selasa (14/6). Dari sini kemudian polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Untuk mengetahui kebocoran dana, polisi menggali data dari tingkat bawah. Dalam hal ini ketua PPK sebagai pelaksana pemilu. Apakah kebocaran dana itu terkait masalah honor ketua PPK, sosialisasi, atau ketika hari H pelaksanan pemilu. "Pengembangan dari PPK untuk mengetahui aliran dana hibah," jelas sumber itu lagi. Hingga kini pemeriksaan terhadap PPK masih berlangsung. Rencananya semua PPK akan dipanggil penyidik Polrestabes Surabaya guna melengkapi berkas-berkas. "Sampai saat ini sudah ada delapan PPK yang sudah melengkapi berkas, sedangkan lainnya masih melengkapi dan mencari data," ungkapnya. Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana saat ditemui di ruang kerjanya tidak ada. Memorandum menghubungi melalui telepon tidak dijawab, namun hanya membalas melalui pesan WhatssApp (WA) dengan mengatakan masih menyelidiki. "Masih penyelidikan," kata Mirzal. Sedangkan Informasi tersebut, Ketua PPK Bubutan Aris Nur Cahyo ketika ditemui Memorandum beberapa waktu lalu mengungkapkan, di setiap PPK selalu ada kesekretariatan dan diisi orang-orang di kecamatan. "Orang-orang yang ditunjuk oleh orang-orang kecamatan lah," jelas Aris. Tugasnya, masih kata Aris, membantu PPK dan PPS dalam hal keadministrasian penggunaan anggaran. Jadi mereka yang memegang sampai nama rekening koran. "Misal PPK saya didampingi oleh sekretariat. Kalau saya butuh anggaran ya melalui kesekretariatan karena semua anggaran dari KPU ditransfer ke rekening kesekretariatan," imbuhnya. Aris tidak menampik bahwa anggaran untuk honor, sosialisasi, dan kegiatan saat hari H pelaksanaan pemilu itu ada. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail anggaran yang diterimanya. “Itu ada (anggaran) tapi besarannya tidak tahu,” pungkas Aris. (rio/fer)
Dugaan Penyelewengan Dana Pilwali 2020, Bocor Rp 20 Miliar
Selasa 14-06-2022,21:54 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,16:37 WIB
Patch MLBB Season 40 Ubah Meta: Mage Lama Bangkit, Marksman Disesuaikan Jelang MPL Season 17
Jumat 13-03-2026,14:00 WIB
Kode Redeem Wuthering Waves Terbaru di Livestream Update Versi 3.2
Jumat 13-03-2026,14:14 WIB
Aplikasi Cek Kemacetan Jalan Tol Terbaik untuk Mudik 2026
Jumat 13-03-2026,15:32 WIB
Diduga Hendak Nyopet di Pasar Gresik, Pria Asal Surabaya Nyaris Diamuk Massa
Jumat 13-03-2026,18:55 WIB
Veda Ega Pratama Jadi Harapan Baru Dunia Balap Indonesia, Ini Jadwal Lengkap Moto3 Musim 2026
Terkini
Sabtu 14-03-2026,12:29 WIB
Pertamina Salurkan Tambahan 3,6 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jatim
Sabtu 14-03-2026,12:13 WIB
Polsek Gedangan Bagikan Takjil ke Masyarakat dan Pengendara
Sabtu 14-03-2026,11:46 WIB
Cari Solusi Penataan PKL Exit Tol Banyu Urip, Camat Sukomanunggal Gandeng Jasa Marga dan Kementerian PUPR
Sabtu 14-03-2026,11:11 WIB
Ramadan Penuh Berkah, 34 Anak Yatim di Tambaksumur Waru Terima Santunan Uang dan Sembako
Sabtu 14-03-2026,10:48 WIB