Surabaya, memorandum.co.id - Grup band folk asal Surabaya, Silampukau kembali merilis single terbaru. Lewat payung Moso’iki Records, Silampukau meluncurkan single baru berjudul Lantun Mustahil. Lagu ini diaransemen oleh Kharis Junandharu dan direkam di Moso’iki Studio sepanjang bulan Maret dengan menggandeng Indra Perkasa sebagai produser sekaligus sound engineer.
Dalam lagu ini, Silampukau bernyanyi tentang kecemasan seseorang yang mendadak terancam mampus terbasmi badai di tengah pelayaran.
"Kelemahan manusia dalam memprediksi masadepan yang menyebabkan musibah senantiasa terasa datang seketika tanpa peringatan, juga kemustahilan situasi yang harus ditanggung tanpa bisa sepenuhnya dikendalikan, adalah tema yang mendasari single baru ini. Sebuah tema yang, mau tak mau, harus diakui terinspirasi oleh pandemi yang tiba-tiba mengamuk di tahun 2020, memporak-porandakan semua rencana dan harapan terbaik manusia," kata Kharis dalam surat elektroniknya kepada memorandum.co.id, Rabu (18/5/2022).
Lantun Mustahil ditulis oleh Eki Tresnowening dan Kharis Junandharu. Sebagai penduduk pesisir, mereka beranggapan bahwa repertoire lagu-lagu domestik bertema kehidupan maritim terhitung sangat sedikit bagi republik kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan.
"Laut menjadi semacam halaman belakang yang terlupakan di lagu-lagu Indonesia," ujar Kharis.
Kharis mengaku, lagu ini dirilis pada awal Mei, pada ujung akhir muson barat yang kian tak tertebak. Sebagai semacam ancang-ancang perayaan atas lautan tenang yang akan segera datang, sekaligus sebagai semacam pengingat akan gejolak ombak dan cuaca buruk yang selalu dibawa oleh muson barat—yang segera akan pergi, tapi yang niscaya akan kembali setengah tahun lagi. Lantun Mustahil adalah sebuah cerita kecil dari Silampukau untuk menyemarakkan kisah-kisah celaka yang masih terus menghantui para pekerja lautan hingga saat ini.
"Artwork untuk Lantun Mustahil merupakan karya cukil dari Eki Tresnowening. Lagu ini dapat didengarkan melalui digital streaming platforms kesayangan anda," tutupnya.
Sekadar diketahui, Silampukau adalah kepodang, salah satu biduan kondang dari alam raya; adalah cara orang-orang Melayu lampau memanggilnya; adalah duo Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening yang berasal dari Surabaya. Dibentuk pada akhir 2009, Silampukau berusaha menyanyikan mimpi, protes, perjuangan, semangat, dan geliat kehidupan sehari-hari perkotaan dalam iringan instrumen akustik seadanya. Lagu-lagu sederhana tentang orang-orang sederhana dalam momen-momen sederhana mereka.(ziz)
Diskografi Silampukau
Sementara Ini, EP, 2009, self-release
Sementara Ini, EP, 2014, SUB/SIDE
Dosa, Kota, & Kenangan, LP, CD, 2015, Moso’iki Records
Dosa, Kota, & Kenangan, LP, cassette tape, 2015, Majemuk Records
Si Pelanggan (rendition version), single, 2017, Moso’iki Records
Aduh, Abang Sayang, single, video, 2017, The Wknd Sessions
Aku dan Si Bung, single, 2018, Unreleased Project Vol. 1, Demajors
Konser Silampukau dan Kawan-kawan, cassette tape, 2019, The Wknd Sessions
Dendang Sangsi, single, 2021, Moso’iki Records
Lantun Mustahil, single, 2022, Moso’iki Records