Bangkalan, Memorandum.co.id - Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino,SIK, mulai meningkatkan kewaspadaan agar wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang kini mulai merebak di Indonesia tidak sampai merembet ke wilayah hukum Polres Bangkalan. Salah satu strategi yang dikembangkan, adalah mengawasi keluar-masuknya hewan ternak, terutama sapi dan kambing dari luar daerah. Tujuannya agar ternak dari luar yang terindikasi terjangkit, tidak menjadi agen penular wabah PMK. Antisipasi ini harus dilakukan. Sebab Kabupaten Bangkalan, termasuk salah satu lumbung penghasil ternak sapi potong terbesar di Jawa Timur, selain Kabupaten Sumenep, Pamekasan dan Kabupaten Sampang. Data terkini, populasi ternak sapi potong di Bangkalan mencapai 276.000 ekor lebih, tersebar di 18 kecamatan yang membahahi 273 desa dan 8 kelurahan. Kewaspadaan itupun mulai diaplikasikan. Seperti Kamis (12/5) kemarin, misalnya, AKBP Alith langsung menginstruksikan pecegatan ketika menerima informasi adanya sebuah truk dan pic-up bermuatan ternak sapi dan kambing dari luar daerah, melintas di jalan akses Jembatan Suramadu sisi Madura. “Info itu saya terima sekitar pukul 20.00 dri petugas karantina ternak sapi di Kecamatan Labang,” ungkap AKBP Alith, Jumat (13/5) pagi. Karenanya AKBP Alith langsung menginstruksikan Kapolsek Sukolilo, Kecamatan Labang, Iptu Agus Pujiono, segera melakukan pencegatan. Ternyata benar, Iptu Agus dan petugas karantina, memergoki truk dan pic-up tengah melintas memasuki jalan tikus (alternatif-Red) di sekitar jalan akses Jembatan Suramadu.” Tujuannya menuju Kecamatan Kwanyar,” tandas AKBP Alith. Ketika dicegat, truk Nopol M 9356 G yang dikemudikan Moh Salih (46), warga Desa Somor Koneng, Kecamatan Kwanyar, kedapatan mengangkut 4 ekor ternak sapi dari Surabaya. Sedangkan pikap Nopol W 8965 YB yang dikendarai Khairul Ramadhan (23), warga Kabupaten Pamekasan, memuat 20 ekor kambing dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Diawasi langsung Kapolres, dua kendaraan itu langsung digiring ke karantina hewan Kecamatan Labang. Di sini, baik 4 sapi dan 20 ekor kambing, langsung diambil sample darahnya untuk dikirim ke lab pusat karantina hewan di Kecamatan Kamal. Jika diantara semua ternak itu terbukti ada yang positif terjangkit PMK, kebijakan tegas harus dilakukan. “Semua hewan ternak itu akan kami kembalikan ke daerah asalnya, yakni Surabaya dan Blora. Tujuannya, ya agar populasi ternak di Kabupaten Bangkalan tidak tertular PMK,” pungkas SAKBP Alith. (ras/gus).
Cegah PMK, Polres Bangkalan Amankan Truk dan Pikap Pengangkut Ternak
Jumat 13-05-2022,08:10 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 09-05-2026,07:56 WIB
7 Bulan Disekap, Uang Rp2 Miliar Dikuras Pacar Anak
Sabtu 09-05-2026,17:53 WIB
Pemkot Surabaya Terapkan Parkir Digital, Kini 819 Jukir Tanpa Transaksi Tunai
Sabtu 09-05-2026,08:36 WIB
Berawal dari Laporan Penculikan, Kasus Scamming Internasional di Surabaya Terbongkar
Sabtu 09-05-2026,18:45 WIB
Dugaan Korupsi RSUD Dr Soetomo Diselidiki Kejari Surabaya, Pemprov Jatim Klaim Sudah Ditindaklanjuti
Terkini
Sabtu 09-05-2026,22:32 WIB
Festival Rujak Uleg Surabaya 2026, Pertandingan Rasa Paling Panas Sedunia
Sabtu 09-05-2026,22:07 WIB
Ketua Tim SNPMB 2026 Sebut 90 Persen Praktik Joki UTBK Bidik Jurusan Kedokteran
Sabtu 09-05-2026,21:30 WIB
PJT 1 Terapkan Aturan Baru Gate Portal di Kawasan Bendungan Lahor Malang
Sabtu 09-05-2026,21:24 WIB
Persis Solo vs Persebaya Surabaya Berakhir Imbang Tanpa Gol, Bajol Ijo Bawa Pulang 1 Poin
Sabtu 09-05-2026,20:56 WIB