Sumenep Memorandum.co.id - Setelah mendapatkan pengaduan dari keluarga Almarhum Herman, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mulai mengumpulkan fakta dan data seputar penembakan. Langkah Komnas HAM setelah mendapatkan pengaduan dari keluarga almarhum Herman, terduga begal yang ditembak hingga meninggal dunia di depan Swalayan Sakina, Jalan Adirasa 67 Kothe, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep, Minggu (13/3) sekitar pukul 16.30 WIB. Yakni akan mengumpulkan informasi data dan fakta peristiwa penembakan yang menewaskan pria asal Dusun Polay Timur, Desa Gaduh Timur, Kecamatan Ganding yang diberondong peluru Resmob Polres Sumenep. "Kami akan mengumpulkan semua informasi fakta dan data selengkap mungkin hingga terang menderang peristiwanya seperti apa," kata Munafrizal Manan, wakil ketua internal Komnas Ham, Sabtu (2/4/2022). Dia berharap peristiwa tersebut ada kejelasan duduk perkaranya dan apabila terbukti dalam kasus ini terdapat kesalahan maka harus diproses hukum sesuai dengan undang-undang berlaku.(uri/ziz)
Komnas HAM Kumpulkan Fakta dan Data Penembakan Herman
Sabtu 02-04-2022,12:44 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 12-10-2026,12:21 WIB
Wagub Emil Dardak Luruskan Isu Bayi Alena Masuk NICU, Tegaskan Tak Ada Intervensi
Senin 12-10-2026,10:44 WIB
Gagal Bawa Motor Curian, Residivis Asal Lamongan Ditangkap Warga Sawo Gresik
Senin 12-10-2026,11:59 WIB
Mundur adalah Keberanian: Tradisi Kesatria Dimulai dari Keberanian Mempertanggungjawabkan Kekuasaan
Senin 12-10-2026,15:49 WIB
Alih Fungsi Lahan Bekas Kantor Kelurahan Wonokusumo Jadi Ruko Tuai Sorotan Warga, Begini Penjelasan Lurah
Senin 12-10-2026,05:05 WIB
Cinta yang Kalah oleh Waktu (1): Cinta yang Tumbuh di Antara Serbuk Kayu
Terkini
Selasa 13-10-2026,03:00 WIB
Jangan Langsung Dibuang, Ini Cara Mengurangi Sampah Rumah Tangga
Selasa 13-10-2026,02:10 WIB
Buku Fisik Masih Diminati di Era Digital, Ini Manfaat dan Keunggulannya
Selasa 13-10-2026,01:06 WIB
Tips Merapikan File Digital agar Pekerjaan Lebih Cepat dan Efisien
Selasa 13-10-2026,00:07 WIB
Ditjenpas Pindahkan 3.510 Napi Berisiko Tinggi ke Nusakambangan
Senin 12-10-2026,23:06 WIB