Surabaya, memorandum.co.id - Anggota Komisi B DPRD Jatim, Moch Alimin, mendorong pemerintah membuat kebijakan mengatasi carut marut perdagangan kebutuhan bahan pokok yang terus naik dan langka. Problem pangan ini dianggap mempunyai dampak besar bagi kehidupan di masyarakat Jawa Timur maupun nasional. “Kenaikan harga kebutuhan pokok ini sangat berdampak di masyarakat. Rakyat bawah kesulitan cari barang dan kalaupun ada barang harganya sangat mahal,” ujar Alimin. Politisi Partai Golkar ini mengaku prihatin dengan kondisi situasi akhir-akhir ini. Mulai dari tragedi minyak goreng satu harga, namun langka dan kini barang tersedia tapi harganya naik dua kali lipat. "Begitu juga harga kebutuhan lainnya seperti Daging, Gula, Beras yang mulai beranjak naik," jelas dia. Menurutnya, pemerintah baik pusat maupun daerah harus segera duduk bersama mengatasi agar tidak sampai menimbulkan gesekan di bawah. "Solusi yang terbaik adalah pemerintah segera membuat desain dan ceck pasar," tegas dia. Moch Alimin mewanti-wanti agar ada langkah cepat sesegera mungkin untuk mengantisipasi stabilitas pangan di masyarakat. “Harus dicek betul, bagaimana distribusi yang bagus dan supaya tidak terjadi penimbunan,” cetus Alimin. Begitu mendekati puasa dan Lebaran, harga-harga tiba-tiba naik. Maka, bila perlu pemerintah segera menggunakan kewenangannya dalam politik anggaran. “Segera saja refokusing anggaran nasional atau daerah berupa dana liquid kepada masyarakat. Bisa berupa bantuan langsung tunai, bansos, atau program padat karya,” usulnya. Termasuk mendorong realisasi maksimum program yang telah didanai oleh APBN / APBD pada bulan berjalan. “Misalnya memaksimalkan program subsidi pupuk, dana BOS/BOSDA dan dukungan kredit lunak, artinya pemerintah harus benar-benar hadir di masyarakat,” terangnya. Alimin berharap Pemerintah Pusat dalam hal ini presiden segera menentukan kebijakan nasional yang tegas dan solutif untuk menyiapkan stok barang secara cukup di tingkat nasional. Dengan adanya kepastian barang serta distribusi, maka masyarakat di daerah tidak sampai timbul masalah-masalah baru. “Supaya kita yang di bawah ini tidak kesulitan lagi,” pungkas anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Blitar-Tulungagung ini. Sebelumnya Muthowif ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur (PPSDS- Jatim), memprotes kebijakan pemerintah dengan mengimpor kerbau dari India. Pedagang sapi di Jatim ini, menyampaikan, kebutuhan daging sapi menjelang puasa meningkat. Termasuk di Jawa Timur "Karena, harganya daging sapi mengalami peningkatan. Kini harga daging sapi per kilo Rp 110.000 sampai Rp 115.000," terang Muntowif. (day)
Komisi B Desak Refokusing Anggaran untuk Stabilitas Pangan
Minggu 20-03-2022,15:01 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 10-06-2026,15:19 WIB
Kapolres Pasuruan Apresiasi Anggota Teladan dengan Hadiah Umrah
Rabu 10-06-2026,15:35 WIB
Motif dan Kronologi Suami Bunuh Istri di Banyuglugur Situbondo, Pelaku Sempat Pecah Celengan untuk Kabur
Rabu 10-06-2026,13:18 WIB
Kopling Bhabinkamtibmas Ajak Petani Sukseskan Ketahanan Pangan
Rabu 10-06-2026,10:59 WIB
Respons Cepat Laporan Call Center 110, Polsek Pitu dan Tim Medis Evakuasi ODGJ Ngamuk ke RSUD Ngawi
Terkini
Kamis 11-06-2026,09:11 WIB
Gandeng Cina dan Korea, Surabaya Terapkan Teknologi Baru Deteksi TBC Menggunakan Air Liur
Kamis 11-06-2026,08:58 WIB
Pesona DJ Nona Shania, Musisi Dek Lintas Genre Asal Surabaya yang Guncang Panggung Nasional
Kamis 11-06-2026,08:26 WIB
Lamongan EXPOrtiva 2026 Targetkan Pasar Global, Bupati Yuhronur Efendi Lepas Lima Kontainer Ekspor
Kamis 11-06-2026,07:57 WIB
Perkuat Kamtibmas, Polsek Simokerto Sosialisasikan Call Center Polri 110 di ITC Mall
Kamis 11-06-2026,07:27 WIB