Jember, Memorandum.co.id - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember melakukan aksi demonstrasi. Aksi long march dilakukan dari Jalan Kalimantan depan kampus Universitas Jember menuju depan Kantor Pemkab Jember, Selasa (8/3/2022). Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan penilaian mereka terkait dengan satu tahun kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakilnya M Balya Firjaun Barlaman. PMII menilai, setahun kepemimpinan Hendy-Firjaun masih banyak catatan merah. Muhid Yusuf, salah satu orator mengatakan, catatan PMII Jember ada tujuh bidang yang dinilai merah. Mulai dari bidang politik, ekonomi, hukum dan kebijakan, kesehatan, infrastruktur, sosial budaya, serta pendidikan. Khusus bidang ekonomi, PMII menyoroti rencana Pemkab Jember yang akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Gunung Sadeng, sebuah perusahaan pelat merah yang akan mengelola potensi gunung gamping di Puger serta terungkapnya 15 perusahaan tambang di Gunung Sadeng yang menunggak pajak. Selain itu, untuk bidang ekonomi, PMII juga mengkritisi soal kelangkaan pupuk, pemborosan anggaran untuk pembangunan lapangan golf, serta minimnya respons pemerintah terhadap aduan limbah tambak di wilayah pesisir selatan Jember. Karena, limbah tambah tersebut dinilai mencemari lingkungan dan menurunkan nilai ekonomis pertanian dan perikanan di kawasan setempat. Sementara Ketua Umum PMII Cabang Jember, Mohammad Faqih Alharamain menambahkan, beberapa kebijakan baru yang lahir disertai kontroversi, sehingga menjadikan Kabupaten Jember satu tahun dalam kegagapan kebijakan. Proyek Multiyears misalnya yang dianggarkan pada tahun 2021, sedang pelaksanaannya pada tahun 2022. persoalan lain, Pemkab Jember mendapatkan penolakan atas perubahan APBD 2021. “Hal itu terjadi, akibat keterlambatan pengajuan kepada pemerintah provinsi. Sehingga ancaman SILPA tinggi, dan berdampak pada perencanaan yang terhimpit waktu,” kata Faqih. Kedua, kata Faqih, pada persoalan Guru Tidak Tetap (GTT), terjadi keterlambatan penyaluran gaji yang secara administrative terhitung sejak tahun 2022. Hal itu, terkesan pemerintah mengabaikan para pendidik. “Tidak lebih penting dari pada syarat formal dalam logika birokrasi. Sekalipun hal itu adalah alur yang harus dilalui, akan tetapi mengapa para pejabat pemerintahan yang merupakan lulusan sarjana, tidak segera mengantisipasi hal itu. Persoalan yang serupa juga terjadi pada gaji guru honorer,” ujarnya. Kemudian di Surat Keputusan (SK ) Bupati Jember untuk gaji guru honorer yang berada di sekolah negeri mencapai Rp1.200.000, sementara para pendidik di lembaga Swasta berkisar Rp. 200.00 s/d Rp. 300.000. “Ini masih menjadi pandangan hangat di wilayah tenaga pengajar, karena cenderung mendekotomi pengajar berdasarkan label lembaga,” katanya. Setelah melakukan orasi dan aksi teatrikal, Bupati Jember Hendy Siswanto didampingi AKBP Hery Purnomo Kapolres Jember serta Satpol PP menemui para demonstran di depan pintu masuk. Hendy menerima semua catatan merah yang diberikan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember kepadanya. Dirinya juga berterus terang bahwa tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Jember sendirian. “Harus dipikir bersama-sama, termasuk dengan teman-teman mahasiswa PMII,” jelasnya. Dirinya juga meminta agar mahasiswa PMII terus seperti ini. PMII diminta terus mengoreksi pemerintah untuk kebaikan masyarakat Jember. Tak hanya itu, Hendy juga mengakui banyak kesalahan dan masih banyak kekurangan selama memimpin Jember setahun belakangan. Namun dia menegaskan, dirinya akan berupaya memperbaiki kekurangan itu dengan dibantu oleh Wakil Bupati Jember M Balya Firjaun Barlaman, beserta jajaran aparatur pemerintah. “Tentunya tahun ini, tahun 2022 ini, harus lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya. Bupati yang dilantik pada 26 Februari 2021, tersebut juga akan menerima dengan baik apapun sistem yang dikehendaki mahasiswa. Dirinya akan berusaha melaksanakan sesuai regulasi yang ada. “Kami harus selalu ada dalam rel regulasi itu,” pungkasnya. (edy)
PMII Jember Beri Catatan Merah Setahun Kinerja Bupati Hendy
Selasa 08-03-2022,15:47 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,18:40 WIB
Terbengkalai Tujuh Tahun, Aset Pemkot Surabaya di Jalan Jepara Disiapkan untuk Relokasi Pasar PPI
Jumat 06-11-2026,19:09 WIB
Komisi A DPRD Jatim Soroti Kekurangan 13 Jabatan OPD di Pemprov Jawa Timur
Jumat 06-11-2026,23:08 WIB
Golkar Buka Suara soal Isu Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Bahlil Terseret
Jumat 06-11-2026,17:21 WIB
SPPG Sidokumpul Lamongan Berhenti Operasi, Siswa Empat Sekolah Tak Terima MBG
Jumat 06-11-2026,18:24 WIB
Bahan Baku Obat Indonesia Masih 80 Persen Impor, Hilirisasi Herbal Lokal Dipercepat
Terkini
Sabtu 07-11-2026,16:39 WIB
Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Kecamatan Ngantru Gelar Donor Darah Diikuti Puluhan Warga
Sabtu 07-11-2026,15:41 WIB
APBD 2027, Pemkab Pasuruan Alokasikan Anggaran untuk 3 Proyek Strategis
Sabtu 07-11-2026,15:15 WIB
Gratis, Dapur Pejuang Jalanan dan Pemasangan Alarm Polrestabes Surabaya di Taman Bungkul Diserbu Warga
Sabtu 07-11-2026,14:37 WIB
Universitas Brawijaya Kukuhkan 4 Profesor Baru, Siap Ciptakan Inovasi Energi Hijau dan Pangan Adaptif
Sabtu 07-11-2026,14:14 WIB