Inggris, memorandum.co.id - Liverpool juara Piala EPL setelah mengalahkan Chelsea di final yang berlangsung di Stadion Wembley, Senin dinihari WIB. Kedua tim bermain imbang 0-0 selama 120 menit di Wembley dan masing-masing membuat 10 penalti sempurna sebelum penjaga gawang melangkah ke titik penalti. Edouard Mendy melakukan beberapa penyelamatan berkualitas tinggi sepanjang pertandingan tetapi digantikan oleh Kepa Arrizabalaga sebelum adu penalti, tetapi tendangan penalti pemain Spanyol itu melambung di atas mistar untuk membuat Liverpool meraih Piala EPL untuk ke-9 kalinya. Kedua belah pihak menyia-nyiakan peluang emas di sepanjang pertandingan. Liverpool juga menyaksikan Mendy melakukan penyelamatan ganda yang luar biasa sebelum turun minum. Pemain Senegal itu menggagalkan upaya Naby Keita dari jarak jauh sebelum entah bagaimana menggagalkan upaya Sadio Mane. Tim asuhan Jurgen Klopp menguasai bola di bagian belakang gawang ketika Joel Matip menanduk bola setelah tendangan bebas, tetapi VAR secara kontroversial menganulir upaya pemain Kamerun itu setelah Virgil van Dijk menghalangi Reece James dari posisi offside. Pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel membela keputusan untuk memberikan kepercayaan kepada kiper Kepa Arrizabalaga khusus untuk adu penalti final Piala EFL melawan Liverpool, Senin dinihari WIB. Setelah 120 menit yang mendebarkan berakhir tanpa gol, pertarungan di Wembley berlanjut ke adu penalti dengan Arrizabalaga kehilangan satu-satunya tendangan penalti setelah 21 upaya sukses berturut-turut, memberi Liverpool kemenangan kesembilan yang memecahkan rekor dalam kompetisi. Pemain Spanyol itu dimasukkan satu menit di waktu tambahan tersisa, tetapi pertaruhan itu gagal membuahkan hasil bagi bos Blues Tuchel. Berbicara kepada wartawan pada konferensi pers, Tuchel mengatakan, "Kami merasa kasihan padanya, tentu saja. Agak kasar bahwa dia adalah orang yang melewatkan satu-satunya penalti tetapi tidak ada kesalahan,” urai Tuchel. “Saya mengambil keputusan ketika saya mengambil keputusan dan saya tidak bisa menilai kembali ketika saya tahu hasilnya. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi jika kami meninggalkan Edou di lapangan. Tidak ada kesalahan pada Kepa,” bela pelatih asal Jerman itu. Ia mempersilahkan fans Chelsea untuk menyalahkannya. "Salahkan saya karena saya orang yang mengambil keputusan. Kadang berhasil, kadang tidak. Inilah hidup sebagai pelatih sepak bola," urainya. Tuchel menggunakan taktik yang sama untuk final Piala Super Eropa pada bulan Agustus, dengan Arrizabalaga membantu Chelsea mengalahkan Villarreal. (ono/gus)
Tekuk Chelsea, Liverpool Juara Piala EPL
Senin 28-02-2022,08:12 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 07-07-2026,15:37 WIB
Jejak Sunyi di Sungai Katingan
Selasa 07-07-2026,13:09 WIB
Sidang Penggelapan, Kuasa Hukum Mantan Kepala Bengkel Honda Lawan Dakwaan dan Somasi Pesangon
Selasa 07-07-2026,21:17 WIB
Juara SFF 2026 UAB Surabaya Ungkap Proses Kreatif Karya Pemenang saat Kunjungi Redaksi Memorandum
Selasa 07-07-2026,13:38 WIB
Wagub Emil: Sekolah Negeri Dilarang Tarik Iuran Wajib dan Jual Paket Seragam
Selasa 07-07-2026,15:47 WIB
Atlet Karate Dapat Penghargaan dari Kapolresta Sidoarjo
Terkini
Rabu 08-07-2026,10:13 WIB
Lapas Jember Gandeng Satpol PP Demi Lindungi Jiwa Warga Binaan dari Risiko Kebakaran
Rabu 08-07-2026,09:58 WIB
Jawa Timur Siap Jadi Panggung Inovasi Dunia, 4.700 Mahasiswa Vokasi Adu Gagasan di Surabaya
Rabu 08-07-2026,09:37 WIB
Kapolsek Rungkut Apresiasi Langkah Poktan Tugu RW 09 Manfaatkan Lahan Produktif demi Ketahanan Pangan
Rabu 08-07-2026,09:30 WIB
105 Kasus HIV Ditemukan di Gresik Hingga Juni 2026, 9 Orang Berstatus Calon Pengantin
Rabu 08-07-2026,09:28 WIB