Lumajang, memorandum.co.id - Imbas kelangkaan minyak goreng, selain dirasakan oleh ibu ibu rumah tangga, juga dirasakan penjual gorengan. Salah satu penjual gorengan keliling yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kelangkaan minyak goreng di toko retail dan mahalnya minyak yang dijual di pasar tradisional cukup berdampak. Terpaksa, dirinya memakai minyak jelantah yang didaur ulang untuk memproduksi gorengannya. Dirinya membeli minyak jelantah yang telah didaur ulang tersebut dengan harga 10 ribu per liternya di pasar. “Ya gimana lagi, saya terpaksa membeli minyak jelantah yang didaur ulang untuk berdagang. Minyak yang murah itu barangnya gak ada. Sedangkan di pasar harganya mahal, gak nutut sama harga gorengannya,” keluhnya Meskipun masih bisa dipergunakan, penggunaan minyak jelantah yang didaur ulang tidak direkomendasikan. Sebab, minyak jelantah mengandung senyawa karsinogenik atau zat yang bisa menjadi penyebab penyakit kanker, sehingga berbahaya bagi kesehatan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kabupaten Lumajang, Arif Zulkarnain. Kamis (17/2/2022) siang. Arif menjelaskan, minyak goreng yang digunakan secara berulang ulang bisa mempengaruhi ikatan ikatan kimianya. Jika digunakan untuk mengolah bahan makanan bisa membahayakan tubuh karena tidak bisa diurai kembali. “Selain bisa menyebabkan penyakit kanker dan penyakit penyakit lainnya, penggunaan minyak jelantah yang didaur ulang kurang higienis. Karena terkontaminasi dengan bakteri bakteri bahkan menjadi media untuk tumbuhnya beberapa bakteri yang dapat mengganggu kesehatan kita,”jelasnya Tak hanya itu, apabila minyak jelantah tadi dikonsumsi terus menerus dan dalam jangka waktu lama, akan memperberat kerja organ organ vital yang ada di tubuh manusia itu sendiri. “Setiap manusia kan berbeda kekuatannya kalau dikonsumsi oleh orang yang rentan atau lansia akan semakin mempercepat kerusakan organ vital, “ tegasnya Untuk menyiasati kelangkaan minyak goreng dipasaran saat ini, Arif lebih mengarahkan agar masyarakat mencari alternatif lain dengan memproduksi minyak goreng sendiri yang berbahan baku buah kelapa. “Kan di Kabupaten Lumajang ini ketersediaan buah kelapa sangat melimpah. Bisa dijadikan alternatif untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng yang langka saat ini yaitu mengolah buah kelapa menjadi minyak goreng,” pungkasnya (ani)
Minyak Goreng Langka, Awas Peredaran Jelantah Daur Ulang
Kamis 17-02-2022,19:07 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 17-06-2026,07:32 WIB
Cerita Pasutri Curi 15 Motor di Surabaya, Hasilnya untuk Nyabu
Rabu 17-06-2026,10:29 WIB
Aksi Anarkis Oknum Perguruan Silat di Kalijudan, Mobil Warga Rusak Parah Dilempar Batu
Rabu 17-06-2026,08:08 WIB
Guyub Rukun di Bulan Suro, Perguruan Pencak Silat Kedunggalar Siap Jaga Kondusivitas di Ngawi
Rabu 17-06-2026,12:56 WIB
Pengurus Baru PMI Tulungagung Resmi Dilantik, Siapkan Empat Langkah Perkuat Pelayanan Kemanusiaan
Rabu 17-06-2026,09:18 WIB
Ribuan Mahasiswa Siap Turun ke Jalan, Aliansi BEM Surabaya Bawa 7 Tuntutan untuk Pemerintah
Terkini
Rabu 17-06-2026,22:14 WIB
Rayakan HUT Ke-99 Persebaya, Massa Bonek Konvoi dan Padati Jalan Protokol Surabaya
Rabu 17-06-2026,20:30 WIB
Kisah Cinta yang Tertinggal di Tanah Rantau (3): Ketika Bintang Jatuh dalam Pelukan Wanita Lain
Rabu 17-06-2026,20:22 WIB
Terdakwa Klaim Rp1,19 Miliar Diberikan Sukarela, Sebut Hubungan dengan Korban Dilandasi Asmara
Rabu 17-06-2026,20:14 WIB
Polres Lamongan Tindak Tegas Rombongan Liar Hendak Hadiri Pengesahan Perguruan Silat
Rabu 17-06-2026,20:08 WIB