Surabaya, memorandum.co.id - Empat dari lima terduga pelaku penculikan anak baru gede (ABG) 16 tahun di Bulak Cumpat, Kenjeran, akhirnya ditangkap, Rabu (9/2/2022) dini hari. Namun, otak penculikan berinisial H belum tertangkap. Mereka antara lain Sued (33), Abdul Muni (45), dan Satubin (43), ketiganya warga Omben, Sampang, Madura. Sedangkan tersangka lain, Umar (40), warga Jalan Wonokusumo. Penangkapan keempat tersangka ini berlangsung lama karena sempat bersembunyi. “Masih ada satu terduga pelaku inisial H yang saat ini kami buru. Dia adalah otak penculikan ini,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto, Kamis (10/2/2022). Sebelumnya, polisi menemukan korban pada Sabtu (5/2/2022) dini hari di Pasar Blega, Kabupaten Bangkalan. Dengan dibantu dibantu tokoh masyarakat Bangkalan dan Sampang, korban yang diculik pada Kamis (3/2/2022) itu langsung dipertemukan dengan kedua orang tuanya. “Selama diculik korban tidak dianiaya, diberi makan, tetapi korban memang menderita penyakit lupus. Jadi, saat ini masih diperiksa kesehatannya,” ujar kapolres. Anton menjelaskan, keempat tersangka yang ditangkap ini merupakan ekskutor yang diminta oleh H untuk menculik korban. Diketahui motif penculikan ini dilatarbelakangi utang piutang dengan orang tua korban. Dikarenakan, orang tua korban memiliki utang Rp 80 juta. H merencanakan dan menyewa keempat tersangka ini untuk melakukan penculikan. “Tersangka H kami tetapkan DPO. Tersangka ini meminta keempat tersangka menculik korban karena masalah utang piutang dengan orang tua korban,” jelasnya. Kemudian para terduga pelaku mendatangi rumah korban di Bulak Cumpat. Saat itu komplotan ini hendak menagih utang. Namun saat itu para terduga pelaku hanya bertemu korban dan kakeknya yang berusaia 80 tahun. Lantas terduga pelaku melancarkan aksinya dengan membawa anak dari pada R guna dijadikan sebagai jaminan utang dan mengancam ibu korban melalui telepon, jika anaknya akan dijadikan tawanan agar mau bayar utang. “Korban ini dibawa berpindah-pindah hingga tiga lokasi berbeda, kami dapat info kalau korban diserahkan ke tokoh masyarakat. Segera kami menuju ke lokasi bersama orang tauanya,” ujarnya. Dari hasil penyidikan, diketahui tersangka ini sudah dua kali melakukan aksi yang sama. Mereka bermodus menculik anak target kemudian meminta uang imbalan seharga utang yang membelit korbannya. Jika sudah melunasi, anak korban yang diculik akan dikembalikan. “Sebelumnya tersangka berhasil, kali ini mereka kita amankan,” ujarnya. Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Giadi Nugraha menambahkan, keempatnya ini komplotan dan biasa beraksi dengan modus tersebut. Mereka dijanjikan sejumlah uang jika sasarannya mau memenuhi uang tebusan yang diminta. “Mereka mengaku medapat masing-masing Rp 1 juta. Kami masih kejar otak penculikan ini,” imbuhnya. (alf/fer)
Otak Penculikan ABG Bulak Cumpat Buron
Kamis 10-02-2022,20:36 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 18-07-2026,16:12 WIB
Tragedi Kecelakaan Kerja, Pria Gresik Tewas Tertimpa Tumpukan Marmer di CV Asindo Stone
Sabtu 18-07-2026,11:32 WIB
Rompi Oranye Akhiri Sebuah Kekuasaan
Sabtu 18-07-2026,17:29 WIB
Haul Masyayikh Situbondo 2026: 25 Videotron Disiapkan untuk Pecah Konsentrasi 111 Ribu Jemaah
Sabtu 18-07-2026,10:58 WIB
Nobar Film 'Tanah Runtuh', Polres Ngawi Perkuat Semangat Kebangsaan dan Sinergitas Bersama Masyarakat
Sabtu 18-07-2026,10:31 WIB
Usai Diperiksa 11 Jam, Febrie Adriansyah Tak Ditahan dalam Kasus Dugaan Korupsi PT ASABRI
Terkini
Minggu 19-07-2026,09:04 WIB
Bungkam Prancis 6-4, Inggris Segel Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
Minggu 19-07-2026,08:59 WIB
Antisipasi Bandit 3C dan Balap Liar, Polres Bangkalan Rutin Patroli On The Road Akhir Pekan
Minggu 19-07-2026,08:51 WIB
Tingkatkan Kesadaran Berlalulintas di Ngawi, Kapolsek Pitu Sosialisasi Call Center 110 ke Warga Banjarbangi
Minggu 19-07-2026,07:04 WIB
Sekjen Imipas Pastikan L'Sima Lapas Malang Beri Layanan Profesional
Minggu 19-07-2026,06:21 WIB