Surabaya, Memorandum.co.id - BPJS Kota Surabaya melakukan upaya revolusi pelayanan peserta melalui nomor induk kependudukan (NIK) e-KTP. Sehingga masyarakat peserta BPJS kesehatan hanya menunjukkan NIK untuk mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit. Wiedho Widiantoro, Kabid kepesertaan dan pelayaanan BPJS Kesehatan Suroboyo mengatakan, syarat masyarakat yang mendapat pelayanan adalah kepesertaanya masih aktif. "NIK e-KTP sekarang bisa dilakukan pelayanan kesehatan. Pengunaan NIK sebagai identitas utama," terang Wiedho Widiantoro. Wiedho menjelaskan, launching pelayanan melalui NIK e-KTP baru dilakukan dua hari lalu. Sementara di lapangan masih ditemukan banyak NIK yang belum update. "Belum online dengan dukcapil pusat. Karena itu untuk bisa update," tutur Wiedho. Di kota Surabaya ada MOu dengan Wali Kota Surabaya terkait pelayanan kesehatan dicover APBD. Sehingga pelayanan yang diberikan lebih cepat. Karena itu penting dilakukan perekaman. Karena NIK saat ini bisa menjadi identitas utama. (day)
NIK Jadi Identitas Utama Pelayanan BPJS Kesehatan
Kamis 27-01-2022,10:30 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,08:56 WIB
Peringati Hari Jadi Tuban ke-733, Kapolresta Bersama Bupati Ziarah ke Delapan Makam Leluhur
Sabtu 07-11-2026,07:29 WIB
Teater Digital dan Ilusi Nyali
Sabtu 07-11-2026,11:22 WIB
Sambut Hari Jadi ke-821 Tulungagung, Kecamatan Ngantru Gelar Gerakan Pangan Murah
Sabtu 07-11-2026,12:58 WIB
Apa Itu Ijazah Blockchain, Teknologi untuk Cegah Ijazah Palsu
Sabtu 07-11-2026,15:15 WIB
Gratis, Dapur Pejuang Jalanan dan Pemasangan Alarm Polrestabes Surabaya di Taman Bungkul Diserbu Warga
Terkini
Minggu 08-11-2026,03:20 WIB
Mutasi Jajaran Polres Jombang, Kasat Lantas hingga Kapolsek Resmi Berganti
Minggu 08-11-2026,01:20 WIB
Kanwil DJKN Jawa Timur Borong Prestasi Reksa Bandha 2026
Sabtu 07-11-2026,23:20 WIB
The Alana Malioboro Hadirkan Perayaan Halloween Unik Bernuansa Jepang di Yogyakarta
Sabtu 07-11-2026,21:20 WIB
Kasus Bawaslu Kota Madiun Tunggu Hasil PKN, Kejari Akui Ada Potensi Tersangka
Sabtu 07-11-2026,20:23 WIB