Surabaya, memorandum.co.id - Pemkot Surabaya melalui semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani sosialisasikan Program Jago Ceting, yakni jagongan cegah stunting. Sosialisasi ini berupa jagongan untuk mencegah stunting di Kota Pahlawan. Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengatakan, stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak. Ia menerangkan, apabila tidak tertangani dengan tepat, maka bisa menyebabkan kematian. "Stunting tidak hanya disebabkan karena faktor kesehatan. Tapi bisa karena faktor ekonomi, perilaku hidup bersih, pola asuh, dan lingkungan," kata Rini Indriyani, Minggu (17/10). Oleh karena itu, ia bersama dengan seluruh kepala OPD Kota Surabaya, puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan kader-kader PKK berkolaborasi untuk mengatasi stunting. Sebab, menurutnya, untuk mengatasi stunting membutuhkan banyak kolaborasi dengan banyak pihak. "Jika semua sudah punya pemahaman yang sama, visi yang sama, dan kita isi saling bantu, saling isi dalam bekerja. Insya Allah harapan kita akan diijabahi Allah Subhanahu Wa Ta'ala," ujar dia. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan, bahwa Pemkot Surabaya terus berupaya dalam mencegah stunting di Kota Pahlawan. Salah satunya adalah melalui Program Jago Ceting yang terus digalakan di tingkat kecamatan dan kelurahan. "Upaya menurunkan angka stunting ini terus kita lakukan. Program Jago Ceting ini menyasar setiap kecamatan dan kelurahan untuk memberikan sosialisasi, membedah masalah, dan memberikan solusi agar segera bisa memberikan penanganan yang dibutuhkan," terang Feny sapaan lekatnya. Bahkan, Feny mengaku, bahwa sejak remaja putri telah mengalami haid, pihak puskesmas akan memberikan tablet zat besi (Fe), sebagai penambah darah dan menjaga kesehatan reproduksi. Pihaknya juga terus memberikan pendampingan untuk mempersiapkan remaja putri tetap sehat. "Pendampingan terus kita lakukan, baik sebelum menikah hingga sudah menikah. Kami juga terus memberikan pengertian dan mendorong para ibu agar tetap memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayi mereka sebagai upaya pencegahan stunting," ungkap dia. Selain itu, Feny mengatakan, para ibu bisa mengecek kesehatan secara gratis dengan memanfaatkan program yang telah dibuat oleh Pemkot Surabaya. Seperti fasilitas Universal Health Coverage (UHC), yang bisa diakses menggunakan BPJS secara gratis. "Kita memiliki program UHC BPJS. Jadi tidak perlu takut lagi untuk memeriksakan kesehatan, karena saat ini bisa dilakukan secara gratis atau tanpa dipungut biaya," pungkasnya. (fer)
Cegah Stunting, TP PKK Surabaya Kenalkan Jago Ceting
Minggu 17-10-2021,14:46 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 02-05-2026,20:54 WIB
Polresta Sidoarjo Gelar Kerja Bakti Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Sabtu 02-05-2026,21:03 WIB
Kepala Bakom Ingatkan Bahaya Hoaks di Media Sosial, Soroti Kasus Amien Rais
Minggu 03-05-2026,06:27 WIB
Diduga Bunuh Diri, Pria Tewas Loncat dari Lantai 20 Hotel adalah Pengunjung Kafe Asal Madiun
Sabtu 02-05-2026,17:23 WIB
Hardiknas di Surabaya, Eri Cahyadi Gaungkan Akses Pendidikan untuk Semua
Sabtu 02-05-2026,19:36 WIB
Mas Rio Cium Tangan Guru SD saat Hardiknas di Situbondo, Momen Haru di Alun-alun
Terkini
Minggu 03-05-2026,16:36 WIB
Longsor Terjang Tutur dan Puspo, Sejumlah Sekolah Ikut Terdampak
Minggu 03-05-2026,16:32 WIB
Persebaya Gilas PSBS Biak 4-0, Bernardo Tavares Ungkap Peran Vital Pemain Pengganti di Babak Kedua
Minggu 03-05-2026,16:28 WIB
Polisi Dalami Motif Pemuda Madiun Loncat dari Sky Lounge 147 Surabaya
Minggu 03-05-2026,16:24 WIB
Polwan Polresta Sidoarjo Sapa Warga di CFD Alun-alun
Minggu 03-05-2026,16:21 WIB