Surabaya, Memorandum.co.id - Siwistika Dwi Rachmawati divonis pidana 10 bulan penjara. Majelis hakim yang diketuai Ojo Sumarna menyatakan, terdakwa terbukti bersalah menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja, CV Duta Mega Persada. Terdakwa sebagai admin telah menerima uang pembayaran dari pembelian penyanitasi tangan. Namun, uang pembayaran dari pelanggan yang diserahkan kepadanya oleh sales tidak disetorkan ke perusahaan. "Menyatakan terdakwa terbukti secara sah menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan oleh orang yang menguasai barang itu karena ada hubungan kerja yang dilakukan beberapa kali," ujar hakim Ojo saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum. Jaksa I Gede Willy Pramana sebelumnya menuntutnya pidana setahun penjara. Jaksa Willy dalam dakwaannya menyatakan, terdakwa bertugas menerima uang tagihan tunai dari sales. Setelah itu, dia mengecek faktur yang sudah terbayar dan menghitung uang setoran sales. Siwistika kemudian membukukan keuangan dan melaporkan kepada bosnya. Menurut dia, terdakwa telah menerima tujuh kali uang tagihan dari sales. Dua kali setoran pada Oktober 2020. Masing-masing pembayaran dari SD Cemandi Sedati dan Kantor Desa Bringin Bendo untuk pembelian penyanitasi tangan. Pada Desember 2020, terdakwa kembali menerima tiga setoran pembayaran dari tiga hotel di Surabaya. Dua lainnya juga pembayaran dari dua hotel pada September 2020. "Terhadap penyetoran tunai tersebut, terdakwa tidak melaporkan atau menyetorkan kepada perusahaan," terang jaksa Willy dalam surat dakwaannya. Uang itu justru digunakan sendiri oleh terdakwa untuk kepentingan pribadinya. Akibatnya, perusahaan tempatnya bekerja merugi Rp 52,6 juta. Perbuatannya baru terungkap setelah bos perusahaannya mengetahui bahwa para pelanggannya belum membayar tagihan. Mereka mengonfirmasi ke pelanggan. Ternyata para pelanggan sudah lama melunasi tagihannya melalui sales. Saat dikonfirmasi, sales menyebut bahwa uangnya sudah disetor ke terdakwa selaku admin. Uang itu berdasar hasil audit berhenti di terdakwa. Siwistika mengakui perbuatannya. Terhadap putusan tersebut, terdakwa Siwistika menerimanya. Dia mengakui serta menyesali perbuatannya. Perempuan ini mengaku khilaf. "Saya menerima," katanya dalam sidang secara video call. (mg5)
Tak Setorkan Pembayaran Pelanggan, Divonis 10 Bulan Penjara
Senin 11-10-2021,13:04 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 03-11-2026,13:40 WIB
Tujuh TPU di Surabaya Penuh, Pemkot Dorong Sistem Makam Tumpang dan Siapkan Lahan 44 Hektare
Selasa 03-11-2026,05:13 WIB
Warga Platuk Donomulyo Surabaya Tolak Gedung Baru TK Nurul Jannah, Soroti Izin PBG
Selasa 03-11-2026,17:03 WIB
Perampokan Sasar Lansia Penjual Rujak Rungkut, DPRD Surabaya Desak Pelaku Segera Ditangkap
Selasa 03-11-2026,11:11 WIB
Mirip Mantan Kekasih, Buruh Tani di Jember Nekat Jebol Plafon dan Rudapaksa Mahasiswi UIN KHAS
Selasa 03-11-2026,14:58 WIB
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Polisi Temukan Bukti Perencanaan dari HP Tersangka
Terkini
Rabu 04-11-2026,00:13 WIB
BSI Hormati Proses Hukum Terkait Pengaduan Nasabah di Kediri
Selasa 03-11-2026,23:52 WIB
Ditetapkan Tersangka, Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ditahan di Rutan Mabes Polri
Selasa 03-11-2026,23:24 WIB
Minta Doa Restu dan Nasihat, Kapolresta Sidoarjo Sowan ke Ponpes Bumi Sholawat
Selasa 03-11-2026,22:46 WIB
Mulai Sadar Pentingnya Jaminan Hari Tua Taspen, ASN Gen Z Tak Ingin Bergantung Dana Pensiun
Selasa 03-11-2026,22:41 WIB