Surabaya, Memorandum.co.id - Upaya dan sinergi elemen masyarakat membuahkan hasil yang baik bagi Provinsi Jawa Timur. Jika sebelumnya berdasarkan Assesmen Kemenken RI, Jawa Timur sudah bebas dari daerah penerepan PPKM level 3 dan 4, kali ini, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Nasional per tanggal 22 September 2021, sebanyak 38 kabupaten/kota di Jawa Timur semuanya masuk zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19. Artinya, saat ini daerah dengan zona kuning di Jatim sudah mencapai 100%. Atas capaian ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi gerak cepat dan kerja keras dari seluruh pihak baik Forkopimda, Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), perguruan tinggi, tokoh agama, media , private sector, tokoh agama, tokoh masyarakat serta peran aktif seluruh masyarakat Jatim yang telah bersama sama berjuang menghadapi Pandemi Covid-19. "Alhamdulillah, 38 kabupaten/kota atau 100% daerah di Jatim dinyatakan oleh Satgas Covid-19 Nasional masuk resiko rendah (zona kuning). Capaian ini meningkat dari sebelumnya per 15 September 2021, sebanyak 37 kabupaten/kota di Jatim yang berada di zona kuning atau resiko rendah. Situasi seperti ini patut kita syukuri bersama," kata Gubernur Khofifah, Kamis (23/9/21). Gubernur Khofifah menjelaskan, mengetahui posisi zonasi sebuah daerah menjadi sesuatu hal yang penting saat ini. Karena perkembangan zonasi peta resiko Covid-19 menjadi salah satu acuan dalam menentukan tindakan dan kebijakan. Terlebih, adanya pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berahir, telah banyak membatasi dan mempengaruhi aktifitas masyarakat di hampir seluruh sektor. Utamanya, di tengah masih diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di Jatim. "Setiap kebijakan ataupun tindakan yang akan diambil memang harus disesuaikan dengan level serta zonasi peta resiko sebuah daerah, selain posisi levelnya," jelas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini. "Terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah gerak cepat, bersinergi bersama dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. Ada Forkopimda Jatim, TNI- Polri, Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim," ujar Gubernur Khofifah. Mantan Mensos RI itu terus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Pasalnya, kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci penting untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19. "Kembali saya mengajak kepada kita semua mari disiplin menjalankan protokol kesehatan. Kita masih harus kerja keras dan berjuang menghadapi pandemi ini. Mari terus pertahankan capaian ini, patuhi protokol kesehatan dan percepat vaksinasi untuk menunju Jatim Bangkit," pungkasnya. (Mg6)
Jatim Masuk Kategori Daerah Risiko Rendah Covid-19
Kamis 23-09-2021,09:27 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 03-08-2026,19:27 WIB
DLH Surabaya Tempuh Jalur Hukum usai 45 Fasilitas Umum Aset Pemkot Hilang, Siapkan Hadiah Rp300 Ribu
Senin 03-08-2026,12:41 WIB
Pimpin Apel Perdana, AKBP Yenni Diarty Minta Anggota Hadir untuk Masyarakat
Senin 03-08-2026,12:23 WIB
Jadwal Piala Presiden 2026 Padat, Jefferson Silva Sebut Recovery Jadi Kunci Utama Persebaya
Senin 03-08-2026,10:46 WIB
GOR Wilis Kota Madiun Bakal Disulap Jadi Sport Center Standar Nasional
Terkini
Selasa 04-08-2026,10:35 WIB
Respon Cepat Gangguan Kamtibmas, Polres Mojokerto Launching 5 Peleton Dalmas Kerangka dan POH
Selasa 04-08-2026,10:23 WIB
Matangkan Persiapan Liga 1 2026/2027, Persik Kediri Gelar Pemusatan Latihan di Solo
Selasa 04-08-2026,09:51 WIB
Mahasiswa KKN Unisla Gelar Sosialisasi Parenting di 3 Lembaga PAUD Tawangrejo Lamongan
Selasa 04-08-2026,09:49 WIB
Polri Pastikan Aktivitas Ekonomi Berjalan Aman, Kamtibmas Tetap Kondusif
Selasa 04-08-2026,09:02 WIB