Kediri, memorandum.co.id - Pandemi Covid-19 telah merenggut nyawa banyak orang. Tidak sedikit anak yang telah ditinggal mati oleh orang tuanya dan menjadi yatim, piatu dan/atau yatim-piatu. Berangkat dari kondisi tersebut Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial melakukan pendataan terhadap anak-anak yang telah ditinggal mati oleh orang tuanya karena Covid-19. Triyono Kutut Purwanto, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri melalui sekretarisnya Hardyanto Heru Cahyono, mengatakan pendataan ini dilakukan berawal dari banyaknya korban pandemi Covid-19 yang berimbas kepada anak-anak yang kehilangan orang tuanya. "Jadi pendataan ini tidak berhenti pada saat ini saja, melainkan akan terus berlanjut hingga pandemi ini telah dinyatakan usai. Karena pandemi ini kan juga belum usai sehingga pendataan tidak hanya saat ini saja,” tutur Hardyanto. Sambung Hardyanto, sedangkan untuk kategori pendataannya adalah anak usia 0 - 18 tahun yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19. "Usia sekolah sekitar umur 0 sampai dengan 18 tahun yang akan kami data", sambungnya. Mereka adalah anak-anak dengan segudang impian untuk menyambut masa depan mereka. Jadi jangan karena musibah yang mereka alami impian dan masa depan mereka yang dikorbankan dan pihaknya upayakan semaksimal mungkin. Selanjutnya, dari hasil pendataan tersebut, dinas sosial akan melakukan asesmen dari data yang telah masuk. “Nanti kami akan lakukan asesmen kepada anak-anak tersebut untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan. Kadangkala ada yang terganggu psikologisnya. Belum lagi untuk yang usia 0-5 tahun, kebutuhannya kan berbeda-beda, jadi nanti akan kami sesuaikan,” paparnya Yang jelas, tambah Hardyanto, ada tiga hal yang menjadi fokus utama, pendidikan, kesehatan dan kehidupan sosial dari para anak-anak tersebut. Nantinya data yang telah masuk tersebut juga akan dikirimkan ke pusat. Pendataan dilakukan melalui kelurahan masing-masing. Input datanya melalui E-Suket di masing-masing kelurahan. Jadi warga cukup datang ke kelurahan dengan membawa persyaratan seperti KTP, surat kematian dan fotokopi bukti meninggal karena Covid-19. “Silahkan langsung datang ke kelurahan untuk dibantu melakukan pendataan oleh admin E-Suket di masing-masing kelurahan,” pungkasnya. Sebagai informasi, hingga saat ini data yang masuk sudah ada sedikitnya 130 anak yatim/piatu/yatim piatu di Kota Kediri yang telah diverifikasi oleh petugas yang menangani. Pendataan ini masih akan terus berlanjut hingga pandemi dinyatakan selesai. (mis)
Pemkot Kediri Data Anak Yatim Piatu Korban Covid19
Kamis 02-09-2021,18:09 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,16:52 WIB
Polemik TK Nurul Jannah Surabaya, Yayasan Pastikan PBG Terbit dan Parkir Disiapkan
Kamis 05-11-2026,20:46 WIB
Fraksi PDI Perjuangan Kritik Transformasi Digital Pemprov Jatim, Majadigi Diminta Lebih Responsif
Jumat 06-11-2026,00:00 WIB
Pengelola Pasar Buah Tanjungsari Surabaya Mengaku Diintimidasi saat Diminta Teken Surat Pernyataan
Kamis 05-11-2026,13:03 WIB
104.353 Peserta PBI JK di Surabaya Dinonaktifkan, BPJS Imbau Warga Segera Cek Status
Kamis 05-11-2026,13:12 WIB
Plt Bupati Tulungagung Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi
Terkini
Jumat 06-11-2026,11:43 WIB
Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Bantah Isu Tangkap Lepas Rp75 Juta
Jumat 06-11-2026,11:23 WIB
Kejati Jatim Bantu Selamatkan Aset Pertamina Rp 28 Miliar di Jalan Marmoyo Surabaya
Jumat 06-11-2026,11:12 WIB
RSUD Jombang Permudah Layanan bagi Semua Pasien
Jumat 06-11-2026,10:52 WIB
Tak Hanya Berburu Sembako Murah, Warga Antusias Cek Kesehatan Gratis di HUT ke-57 Memorandum
Jumat 06-11-2026,10:49 WIB