SURABAYA - Berdalih sering terpengaruh minuman beralkohol, membuat SP (45), menggauli anak kandungnya. Kelakuan bejat tersangka tinggal di Jalan Petemon ini, dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun, tepat sejak korban sebut saja bunga masih duduk di bangku kelas dua sekolah menengah pertama (SMP), dan kini kondisi korban sudah melahirkan anak tersangka. Akibat perbuatannya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu harus berurusan dengan pihak berwajib. Dia dijemput anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polrestabes Surabaya di rumahnya. Itu setelah, tetangga korban dan tersangka curiga dengan kelahiran anak tersangka. "Dari laporan itu, kami kemudian menindaklanjuti dengan meringkus tersangka di rumahnya. Meski sempat mengelak, tersangka akhirnya mengakui saat ditemukan dengan anak kandung serta bayi berumur 4 bulan itu," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Rabu (7/8) siang.(fdn/tyo)
Bapak Petemon Hamili Anak Kandung
Rabu 07-08-2019,15:11 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 14-05-2026,13:59 WIB
Gubernur Khofifah Kepincut Keripik Kulit Patin SMKN 1 Tulungagung, Plt Bupati Apresiasi Perhatian Pemprov
Kamis 14-05-2026,12:59 WIB
Film Dokumenter 'Pesta Babi' Tuai Kontroversi Panas
Kamis 14-05-2026,21:38 WIB
Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp 7 Triliun, Harga Pupuk Dalam Negeri Turun 20 Persen
Kamis 14-05-2026,20:50 WIB
Surabaya Vaganza 2026 Digelar 16 Mei, Suguhkan Parade Cahaya
Kamis 14-05-2026,14:21 WIB
Istilah 'Namjooning', Gaya Hidup Tenang ala RM BTS yang Disukai Generasi Sekarang
Terkini
Jumat 15-05-2026,10:34 WIB
Update Kebakaran RSUD dr Soetomo: Tiga Lantai Hangus Terbakar, Satu Pasien Meninggal Dunia dan Satu Kritis
Jumat 15-05-2026,08:46 WIB
Ruang Operasi Gedung PPJT RSUD Dr. Soetomo Surabaya Terbakar, Pasien Dievakuasi Intensif
Kamis 14-05-2026,21:47 WIB
Polres Lamongan Sterilisasi dan Lakukan Body Screening di Gereja
Kamis 14-05-2026,21:38 WIB
Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp 7 Triliun, Harga Pupuk Dalam Negeri Turun 20 Persen
Kamis 14-05-2026,21:04 WIB