Surabaya, memorandum.co.id - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dipercaya oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemedkibudristek) untuk menyelenggarakan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A. Program ini mengakui pengalaman kerja dan hasil pembelajaan sebelumnya dalam mengikuti perkuliahan dalam menyelesaikan pendidikan formal. Pada tahun akademik 2021-2022, ada tiga Prodi Strata 1 (S1) yang ditunjuk Kementerian untuk dilaksanakan oleh Unusa. Antara lain Prodi PG PAUD di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi Keperawatan pada Fakultas Kebidanan dan Keperawatan, dan Prodi Gizi di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Penunjukan Kementerian tersebut membawa konsekuensi terhadap pemberian subsidi pembiayaan dalam pelaksanaan program RPL. Selama satu semester, masing-masing untuk 24 peserta dari Keperawatan dan Gizi, dan 14 untuk peserta dari PG PAUD, yang dinyatakan layak akan memperoleh subsidi dari Kementerian sebesar Rp 2,4 Juta. Di luar penerima subsidi, Unusa memberi kesempatan mereka yang ikut RPL secara mandiri. RPL adalah pengakuan kompetensi hasil belajar dari pembelajaran nonformal, informal, dan pengalaman kerja ke capaian hasil belajar pembelajaran formal, yaitu berupa pembebasan sejumlah mata kuliah atau perolehan sks untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi (mahasiswa yang diterima hanya diwajibkan mengikuti beberapa mata kuliah yang tidak memperoleh pengakuan). Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Prof Kacung Marjian PhD mengatakan, ada beberapa keuntungan atas penunjukkan Kementerian kepada Unusa dalam menjalankan program RPL. "Pertama, program RPL mengakui pengalaman kerja dan hasil belajar masa lalu untuk dikonversi ke dalam program pembelajaran yang akan diikuti. Dengan demikian, para mahasiswa tidak harus mengikuti seluruh proses perkuliahan yang seharusnya ditempuh," jelasnya, Sabtu (31/7/2021). Kedua, lanjut Prof Kacung, yakni terkait dengan kepercayaan pihak Kementerian untuk melakukan dan menjalankan program RPL. "Tentu ada banyak pertimbangan kenapa kementerian memberikan kepercayaan kepada Unusa untuk menyelenggarakan program RPL. Tidak semua perguruan tinggi memperoleh kesempatan dan menerima penunjukkan ini, se Indonesia hanya ada 63 perguruan tinggi," katanya. Ketiga, memberi kesempatan kepada masyarakat yang profesi kerjanya selama ini belum sesuai dengan pendidikan formalnya yang dimilikinya. Prof Kacung mencontohkan, banyak guru PAUD yang berlatarbelakang bukan dari lulusan PG PAUD, ada dari S1 umum, ada dari SMA, MA dan juga SMK, mereka bisa memperoleh ijazah sebagai sarjana PG PAUD melalui program RPL. "Melalui RPL pengalaman mereka selama menjadi guru PAUD diakui sebagai SKS yang mereka harus tempuh tidak. Pengakuannya hingga mencapai 60 sampai 70%, sehingga bisa menempuh waktu lebih cepat dan menghemat biaya," paparnya. Dikatakannya, untuk RPL Mandiri Unusa juga memberikan bantuan beasiswa yang besarnya bervariasi, bergantung pada hasil dari subjek mata kuliah yang nanti diakui dalam proses RPL oleh asesor Unusa. "Dosen-dosen Unusa sudah menerima pelatihan untuk bisa melakukan penilaian terhadap capaian yang bisa diakui dalam proses RPL. Kami juga sedang menyiapkan webside untuk kepentingan ini," kata dia lagi. Adapun di tingkat pusat, program RPL diklasifikasi menjadi dua yaitu sarjana dan magister. Calon peserta RPL dapat berasal dari anggota masyarakat lulusan SMA/sederajat atau yang dulu pernah kuliah di program diploma, sarjana, atau magister tetapi karena alasan tertentu tidak sempat menyelesaikannya dan telah bekerja paling tidak selama 2 tahun. Program ini, kata Kacung Marijan, bagian dari upaya pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk memberikan kesempatan atau akses kepada masyarakat selaku calon mahasiswa yang telah memiliki capaian pembelajaran atau kompetensi yang diperoleh dari pendidikan formal sebelumnya, pendidikan nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2021 ini terdapat 63 (enam puluh tiga) perguruan tinggi negeri dan swasta penyelenggara program RPL. Sebanyak 453 program studi (prodi) dapat dipilih sesuai dengan bidang masing-masing. Untuk informasi pendaftaran, syarat dan daftar perguruan tinggi serta prodi penyelenggara, peminat dapat mengakses tautan http://rpla.kemdikbud.go.id/. (mg3)
Unusa Dipercaya Kementerian Jalankan Program RPL, 3 Prodi Siap Terima Mahasiswa
Sabtu 31-07-2021,15:26 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 13-10-2026,18:15 WIB
Dana Arisan Meow Diduga Dipakai Buka Bisnis Spa, Polda Jatim Telusuri Aliran Uang Rp4,07 Miliar
Rabu 14-10-2026,02:12 WIB
Pemkot Pasuruan Ikuti Rapat Paripurna II DPRD, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Tiga Raperda
Selasa 13-10-2026,18:00 WIB
Kapolda Jatim Lantik Wakapolda Kombespol Feri Handoko dan Rotasi Enam Kapolres Jajaran
Selasa 13-10-2026,21:36 WIB
21 Penghuni Rehabilitasi Narkoba di Surabaya Kabur, Warga Sempat Mengira Hendak Tawuran
Selasa 13-10-2026,18:03 WIB
Gelapkan Suzuki Swift Rp120 Juta, Grace Febrina Divonis 1 Tahun 10 Bulan Penjara
Terkini
Rabu 14-10-2026,13:05 WIB
Mutasi 19 Anggota Polda Jatim, Kombespol Rofiq Ripto Himawan Jabat Dirreskrimsus
Rabu 14-10-2026,12:53 WIB
Kejari Sidoarjo Gelar Rakor Pengawasan Aliran Kepercayaan
Rabu 14-10-2026,12:44 WIB
Kampung Narkoba Jalan Kunti Surabaya Digerebek Polisi, Belasan Pria Diamankan
Rabu 14-10-2026,12:39 WIB
Polsek Lakarsantri Kawal Penyelesaian Sengketa Tanah dan Bangunan di Lidah Kulon
Rabu 14-10-2026,12:36 WIB