Gresik, memorandum.co.id - Meski dikenal sebagai wilayah tambak, Kabupaten Gresik memiliki potensi hasil pertanian yang besar. Bahkan, komoditi kacang hijau sudah berhasil diekspor hingga ke Filipina. Kontraknya mencapai 40 kontainer atau 1.000 ton. Sabtu (5/6/2021), PT Agro Tani Sukses Sejahtera di Kecamatan Benjeng, mengekspor perdana 2021 sebanyak tiga kontainer. Tercatat, ada 75 ton kacang hijau Gresik dikirim ke Filipina. Ekspor tersebut dilepas Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Direktur Utama PT Agro Tani Sukses Sejahtera Sumanto Margosuwito berharap, pemerintah daerah mendukung para petani agar bisa meningkatkan produksi. Pihaknya pun berkomitmen membeli di harga Rp 14 ribu meski harga pasaran di bawahnya. “Dengan catatan ada standar kualitas, tanpa oplosan,” katanya. Dijelaskan, dalam bulan ini pihaknya sudah kontrak ekspor dengan Filipina sebanyak 1.000 ton kacang hijau. Untuk memenuhi kebutuhan itu, hasil panen petani Gresik bakal diprioritaskan. Seperti dari Balongpanggang, Benjeng, Bungah, hingga Panceng. Bukan tanpa alasan. Jenis kacang hijau dari Gresik paling diminati luar negeri. “Besar dan buram. Nah ini tinggal strategi pertaniannya gimana untuk meningkatkan produksi. Karena segi lahan dan cuaca di Gresik sangat mendukung sekali,” imbuh Sumanto. Sementara itu, Aminatun Habibah mengapresiasi ekspor kacang hijau kali ini. Pihaknya juga siap mendukung karena ini kesempatan petani bisa memasarkan hasil panenya tanpa kesulitan. Bahkan memberikan jaminan. “Ini kesempatan bagus, bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Kami pastikan Pemkab akan mendukung karena pemerintahan saat ini sedang getol-getolnya mendukung petani. Petani juga harus semangat,” ujar Bu Min, sapaan akrabnya. Pihaknya mengintruksikan dinas pertanian segera melangkah meningkatkan hasil kacang hijau menjadi rata-rata 2-3 ton per hektare. Selama ini, kemampuan produksi di Gresik untuk satu hektar lahan hanya mampu menghasilkan rata-rata 1,4 ton kacang hijau. “Kita akan pacu hingga hasilnya maksimal,” pungkas Wabup Gresik perempuan pertama dalam sejarah itu. Merespons hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro menyebut masih minimnya hasil tani jenis kacang hijau ini karena petani masih ragu lantaran ketika panen harga anjlok. Kini, untuk menjamin harga ketika panen agar tidak anjlok pihaknya bekerjasama dengan sejumlah perusahaan Ke depan ditargetkan untuk satu hektar lahan bisa menghasilkan minimal dua ton. Ini kesempatan untuk meningkatkan ekspor hasil pertanian. “Di sini kan tidak mungkin tiga musim tanam untuk padi. Padi dua kali pun sudah sulit. Celah ini bisa dimanfaatkan petani untuk meningkatkan hasil kacang hijau,” tegasnya. (and/har/fer)
Gresik Ekspor 1.000 Ton Kacang Hijau ke Filipina
Minggu 06-06-2021,19:42 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 31-10-2026,16:53 WIB
Puluhan Jurnalis Kediri Riding Wisata, Bantu Pemkot Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Sabtu 31-10-2026,14:36 WIB
Bank Mandiri Taspen Ajak Nasabah Pensiunan Hidup Sehat dan Aktif Lewat Program Mantap Bergerak di Ngawi
Sabtu 31-10-2026,17:57 WIB
Pelaku Penusukan di Jembatan Nginden Ternyata Warga Luar Pulau, Ditemukan Tewas di Sungai Jagir
Sabtu 31-10-2026,12:57 WIB
Gagal Curi Motor di Tempat Hajatan, Polres Ngawi Amankan Residivis Bermodal Kunci Duplikat
Sabtu 31-10-2026,18:37 WIB
Parade Juang Surabaya 2026, Dishub Surabaya Siapkan 14 Kantong Parkir dan Rekayasa Lalu Lintas
Terkini
Minggu 01-11-2026,10:44 WIB
Polres Ngawi Hadir, Pengamanan Ibadah Umat Nasrani di Sejumlah Gereja Berlangsung Kondusif
Minggu 01-11-2026,10:19 WIB
Rudy Saladin, Jejak Kepemimpinan, Keteladanan dan Persahabatan
Minggu 01-11-2026,09:17 WIB
Utamakan Preemtif, Operasi Patuh Semeru Polres Bangkalan Kedepankan Edukasi dan Bagi-Bagi Cokelat Gratis
Minggu 01-11-2026,09:01 WIB
Pesan Menteri ATR/Kepala BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik
Minggu 01-11-2026,08:57 WIB