Gresik, memorandum.co.id - Pesta demokrasi 2024 di Kota Pudak masih tiga tahun lagi. Meskipun begitu, sejumlah stakeholder mulai menggodok persiapan. Tidak terkecuali Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik. Tahapan persiapan pilkada dan pemilu di Gresik kemungkinan tidak banyak berubah. Namun, ada hal yang patut menjadi perhatian dan bisa membuat tahun politik itu semakin hidup dan seru. Apa itu? Soal penetapan daerah pemilihan (dapil). Memiliki 18 kecamatan, pada Pemilu 2019 lalu Gresik terbagi menjadi VIII dapil. Pemilu yang akan datang, dapil tersebut berpotensi bertambah atau lebih tepatnya berubah. Artinya, bisa juga berkurang. "Bisa jadi berubah. Semua nanti bergantung perkembangan di lapangan menyesuaikan prinsip penyusunan dapil, UU 7/2017," kata Ketua KPU Gresik Akhmad Roni, Kamis (3/6/2021). Dijelaskan, penyusunan dapil harus memerhatikan tujuh indikator. Mulai dari kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas serta kesinambungan. "Tentu penyusunan dapil itu ada kajian dan studi ilmiahnya. Nantinya melibatkan akademisi, partai politik juga aspirasi masyarakat," kata alumnus ITS itu. Namun, keputusan penyusunan dapil itu ada di tangan KPU RI. Pihaknya hanya menyusun draft dan menyerahkannya ke pusat. Penetapan dapil diperkirakan pada 2023, sebab hal tersebut juga masuk pada tahapan persiapan pemilu. "Saat ini di Gresik ada VIII dapil. Rata-rata satu dapil mencakup dua kecamatan. Masih ada dua dapil yang masing-masing mencakup tiga kecamatan. Kemungkinan bertambah menjadi IX dapil juga ada," imbuh Komisioner KPU Gresik dua periode itu. Roni menyebut, penyusunan dapil juga memerhatikan jumlah penduduk. Pada 2024 nanti, jumlah penduduk di Kota Santri diperkirakan mencapai 1,4 juta jiwa. "Penambahan dapil bisa saja terjadi jika jumlah penduduk bertambah. Maka dapil bisa saja dipecah. Dapil bertambah atau berkurang, pertimbangan utamanya adalah memaksimalkan serap aspirasi dan keterwakilan masyarakat," imbuhnya. Terkait kepadatan penduduk, Roni menyebut ada tiga kecamatan dengan penduduk paling banyak di Gresik. Pertama Kecamatan Menganti, kedua Kecamatan Manyar lalu Kecamatan Kebomas. "Kita lihat perkembangannya ke depan bagaimana," pungkasnya. Meski demikian, Ketua KPU Gresik ini memastikan jumlah kursi DPRD Gresik tetap 50 kursi. Ini merujuk pada pasal 191 UU Pemilu yang menyatakan bahwa jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa hingga 3 juta jiwa memeroleh alokasi 50 kursi. (and/har/fer)
Bakal Dinamis, Dapil di Gresik Tahun 2024 Potensi Bertambah
Kamis 03-06-2021,22:11 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,06:30 WIB
Menguatkan Program MBG dari Kantin Sekolah
Jumat 13-03-2026,10:18 WIB
Kelme Resmi Luncurkan Jersey Timnas Indonesia, Terinspirasi Kejayaan Tahun 1999
Jumat 13-03-2026,09:00 WIB
Ketika Penyakit Mengubah Segalanya: Cinta yang Tak Lagi Cukup (3)
Jumat 13-03-2026,05:10 WIB
Operasi Pekat Semeru 2026: Polres Bojonegoro Ungkap 75 Kasus Tipiring Miras, Ribuan Liter Arak Dimusnahkan
Jumat 13-03-2026,06:00 WIB
Disiplin Kunci Sehat
Terkini
Jumat 13-03-2026,23:06 WIB
PJT I Raih Dua Penghargaan pada Ajang Anugerah BUMN 2026
Jumat 13-03-2026,23:00 WIB
Pasca-Dituntut 12 Tahun, Terdakwa Sebut Pengadaan Lahan Polinema Sesuai Prosedur
Jumat 13-03-2026,22:08 WIB
Posko Angkutan Lebaran 2026 di Surabaya Dibuka, KAI Commuter Siapkan 34 Ribu Kursi per Hari
Jumat 13-03-2026,21:37 WIB
Polres Pasuruan Salurkan 45 Ton Beras Lewat Gerakan Pangan Murah Polri untuk Warga
Jumat 13-03-2026,20:46 WIB