Surabaya, memorandum.co.id - Pemberian status 'duta masker' kepada Putu Aribawa, pria pengumpat pengunjung mal bermasker di Surabaya yang semula menolak mengenakan masker dan kemudian berbalik mendukungnya mendapatkan kritik dari Pakar Administrasi Publik Universitas Airlangga (Unair), Falih Suaedi. Falih Suaedi menyatakan, duta prokes seharusnya diperankan sosok yang bisa menyentuh hati masyarakat, sehingga citra seorang duta yang dijadikan sebagai role model atau panutan di Indonesia harus dilakukan re-orientasi. Menurut Falih, terdapat beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan bagi seseorang sebelum layak dijadikan duta. Yakni, figur duta harus mempunyai pertumbuhan pribadi yang konsisten, kepedulian tinggi terhadap bidang yang dia emban, memberikan nilai tambah pada bidang yang dikampanyekan, serta menerapkan value bidang itu secara konsisten dalam kehidupan. “Kalau para pelanggar justru dijadikan duta saya melihatnya itu hal yang sia-sia dan efeknya nol. Karena duta harusnya memberikan panutan, namun publik sudah mengetahui bahwa sosok itu sendiri tidak mengimplementasikan value bidang yang diemban dengan baik dan konsisten,” jelas Faliih, Senin (10/5/2021). Falih menyebutkan bahwa berdasarkan teori bandura, yang menyatakan seorang panutan harus memenuhi 2 kriteria, yakni duta harus mampu mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu seperti yang dia lakukan atau harus bisa menginspirasi dan memotivasi orang lain. "Yang kedua adalah harus memberikan contoh dan dukungan. Jadi, tidak bisa kita mengangkat duta dengan alasan sosok itu terkenal atau sedang viral," ujarnya. Falih menganggap, sudah saatnya sosok seorang duta diambil dari kalangan yang tidak melangit, tapi justru membumi. Baik dari sifat, sikap, dan beragam hal mengenai duta yang dimaksud. Bahkan, sosok dengan kriteria tersebut akan lebih mudah menggerakkan dam mendekati massa secara natural. "Jadi, yang terpenting dari sosok duta adalah benar-benar melakukan value bidang yang dia embab secara konsisten dalam kehidupan nyata. Ketika kita melihat bahwa ada orang lain dari kalangan bawah yang justru melakukan sesuatu, maka hati kita akan tersentuh dan ikut tergerak melakukan hal yang sama," pungkas Falih. (mg1)
Pengumpat Jadi Duta Masker, Pakar Nilai Efeknya Nol
Senin 10-05-2021,11:14 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 23-09-2026,04:05 WIB
Korlap PSHT Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas Magetan
Rabu 23-09-2026,02:02 WIB
Tempat Healing di Indonesia: 4 Destinasi Wisata Alam untuk Melepas Penat
Rabu 23-09-2026,10:10 WIB
Update Medali Asian Games 2026: China Kokoh di Puncak, Indonesia Terjun ke-20
Rabu 23-09-2026,07:50 WIB
14 Orang Diamankan OTT KPK, Hanya Bupati Boltara Sirajudin Jadi Tersangka
Rabu 23-09-2026,07:32 WIB
KPK Bongkar Fee Proyek 10 Persen, Bupati Boltara Sirajudin Lasena Jadi Tersangka
Terkini
Rabu 23-09-2026,22:22 WIB
Apel Pelajar Kamtibmas di Kedungjajang, Siswa Diingatkan Hindari Tawuran dan Narkoba
Rabu 23-09-2026,21:47 WIB
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Ajak Warga Asemrowo Perkuat Sinergitas lewat Cangkrukan Kamtibmas
Rabu 23-09-2026,21:45 WIB
Leo/Daniel Jadi Penentu, Indonesia Kalahkan Thailand 3-1 dan Lolos Final
Rabu 23-09-2026,21:33 WIB
Wujudkan Good Governance University, UB Hadirkan Audit ISO 31.000
Rabu 23-09-2026,21:31 WIB