Surabaya, Memorandum.co.id - Program Studi Arsitektur dan Perpustakaan UK Petra menggelar kegiatan Bedah Buku bertajuk “Living and Learning in Dignity” secara daring. "Rumah dan sekolah adalah lingkungan terdekat yang penting bagi setiap orang, termasuk para penyandang disabilitas dan orang lanjut usia. Maka seharusnya rumah dan sekolah ini menjadi tempat yang ternyaman dan aman bagi penghuninya, terutama bagi para penyandang disabilitas, dan orang lanjut usia sesuai amanat UU no 8 Tahun 2016, tentang penyandang disabilitas,” ujar Gunawan Tanuwidjaja ST. MSc., dosen prodi Arsitektur UK Petra, Rabu (5/5). Bedah buku menghadirkan empat pembicara yaitu Gunawan Tanuwidjaja S.T., M.Sc. dan Dr. Arina Hayati S.T., M.T., yang merupakan penulis buku, Tutus Setiawan, M.Pd., salah satu guru disabilitas netra yang juga menjadi narasumber desain rumah, apartemen dan sekolah, serta Faisal Rusdi, anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) dan juga aktivis disabilitas. Buku ini pernah ditulis pada tahun 2015 dalam Bahasa Indonesia dengan hanya menampilkan empat desain saja, sedangkan kini buku ini dikembangkan dengan menambahkan topik kekinian serta menggunakan Bahasa Inggris. Penerbitan buku 150 halaman ini merupakan bagian dari penerbitan 60 Buku dalam rangka Dies UK Petra yang ke-60. Buku ini ditulis oleh tujuh orang, diantaranya Gunawan Tanuwidjaja ST. MSc., Stephen Yona Loanoto, S.T., M.Ars., Saraswati Ayu Indhiraswari, S.Ars., dan Samantha Isabela Ongkowijoyo, S.Ars. yang merupakan dosen luar biasa dan alumni Prodi Arsitektur UK Petra. Tiga penulis dari luar UK Petra yaitu Dr. Arina Hayati, S.T., M.T. dari ITS, Ahmad Fauzi Rohman, S.Hum., M.Hum., serta Nadia Maya Ardiani, S.Hum. alumni Unair. Buku ini diterbitkan dalam bentuk cetak dan digital yang aksesibel bagi penyandang disabilitas netra. Buku ini menyajikan delapan desain bangunan yang berkaitan dengan kebutuhan penyandang disabilitas dan orang lanjut usia. Lima desain rumah aksesibel, satu desain apartemen aksesibel, satu desain sekolah anti banjir dan aksesibel, serta satu desain rumah Anti-Covid-19. “Dua konsep yang menarik dibahas dalam buku ini ialah konsep baru sekolah anti banjir yang aksesibel, nantinya akan diberikan sebagai sumbangan desain untuk pengabdian masyarakat bagi Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa YPAB Gebang Putih Surabaya. Konsep kedua ialah rumah anti Covid-19 yang menjawab kebutuhan saat ini mengamankan para orang lanjut usia yang rentan terhadap Covid-19 seperti di Amerika dan Australia,” urai Gunawan. (Mg4)
Dies Natalis ke-60, UK Petra Luncurkan 60 Buku
Rabu 05-05-2021,12:13 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-02-2026,15:33 WIB
Prediksi Persebaya Vs PSM Makassar, Bangkit di GBT atau Kian Terpuruk
Selasa 24-02-2026,14:49 WIB
Jalan Nasional di Jember Ditertibkan, Pedagang Cilok Berharap Solusi
Selasa 24-02-2026,09:28 WIB
Cari Berkah Lewat Jalur Ojek Payung di Makam Sunan Ampel
Selasa 24-02-2026,13:18 WIB
Kuliah Sastra Pagi, Sore Jadi Bos Durian Kocok di Pasar Kodam Brawijaya Surabaya
Selasa 24-02-2026,15:35 WIB
SPPG Gayungan Fokus Hadirkan MBG Berkualitas, Pastikan Gizi Sesuai Standar
Terkini
Rabu 25-02-2026,09:00 WIB
Anak Haram Suamiku: Ketika Masa Lalu Suami Datang Mengetuk Pintu (1)
Rabu 25-02-2026,08:53 WIB
Kajian Tarawih di Masjid UI, Menteri Nusron Bicara Sanad Keilmuan dan Etika Kepemimpinan
Rabu 25-02-2026,08:37 WIB
Cerita Devi Purindra Parama Dewi, dari Talent Model ke Tanah Suci
Rabu 25-02-2026,08:00 WIB
Ikhtiar Icha Yustin Kwandou Mendalami Makna Tauhid, Antara Restu Ibu dan Panggilan Kalbu
Rabu 25-02-2026,07:53 WIB