SURABAYA - Penderita hepatitis A di Kabupaten Pacitan terus meningkat. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jatim Kohar Hari Santoso mengungkapkan saat ini penderita mencapai 975 orang. Padahal pada tanggal 27 Juni, jumlah penderita di Kabupaten Pacitan masih berjumlah 824 orang. "Dari data jumlah penderitanya, pada 27 Juli itu 824 orang, kemudian naik lagi pada 29 Juli itu menjadi 924 orang. Kemudian pada 30 Juli 957 orang, dan yang kemarin lagi itu 975 orang. Artinya kayaknya peningkatannya sudah mulai melandai," kata Kohar ditemui di Surabaya, Rabu (3/7). Penderita hepatitis A tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Pacitan. Mulai dari Kecamatan Sudimoro 527 orang, Sukorejo 82 orang, Ngadirojo 176 orang, Wonokarto 54 orang, Tulakan 69 orang, Bubakan 25 orang, Arjosari 33 orang, Tegalombo 5 orang, dan Ketrowonojoyo 4 orang. Kohar menambahkan, dari semua penderita hepatitis A di Kabupaten Pacitan, hanya 27 orang yang masih menjalani rawat inap di rumah sakit atau pun puskesmas. Kohar juga mengimbau agar masyarakat yang daerahnya berbatasan langsung dengan Pacitan, seperti Trenggalek dan Ponorogo untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, saat ini di Kabupaten Trenggalek, tepatnya di Kecamatan Panggul sudah ditemukan penderita hepatitis A sebanyak 9 orang. "Di Trenggalek itu ada di Kecamatan Panggul, tapi jumlahnya minim cuma 9 orang. Bisa jadi ada sebaran di daerah lain. Tapi jangan disalah tafsirkan. Bisa jadi ini adalah titik baru, atau bisa juga sebaran dari yang sudah ada itu," kata Kohar. Kohar menyatakan, pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk menghentikan penyebaran Hepatitis A tersebut. Di antaranya mengupayakan agar pasien yang ada, tidak menjadi sumber penyebaran, di samping juga memperhatikan kesembuhannya. Kohar juga mengakui, pihaknya terus melakukan penyelidikan epidemologi, supaya tidak ada lagi penyebaran ke daerah lain. Pihaknya juga diakui terus melakukan sosialisasi terutama soal perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Yakni bagaimana kesadaran mencuci tangan, meminum air minum yang sudah dimasak, dan bagaimana supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. "Mudah-mudahan dalam kurun dua minggu ini bisa kita selesaikan semuanya. Tapi tetap kita pantau terus. Kita harapkan sudah tidak ada lagi penambahan jumlah pasien," pungkasnya.(why/udi)
Penderita Hepatitis A Meningkat
Rabu 03-07-2019,13:58 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,18:40 WIB
Terbengkalai Tujuh Tahun, Aset Pemkot Surabaya di Jalan Jepara Disiapkan untuk Relokasi Pasar PPI
Jumat 06-11-2026,19:09 WIB
Komisi A DPRD Jatim Soroti Kekurangan 13 Jabatan OPD di Pemprov Jawa Timur
Jumat 06-11-2026,23:08 WIB
Golkar Buka Suara soal Isu Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Nama Bahlil Terseret
Jumat 06-11-2026,17:21 WIB
SPPG Sidokumpul Lamongan Berhenti Operasi, Siswa Empat Sekolah Tak Terima MBG
Jumat 06-11-2026,18:24 WIB
Bahan Baku Obat Indonesia Masih 80 Persen Impor, Hilirisasi Herbal Lokal Dipercepat
Terkini
Sabtu 07-11-2026,14:37 WIB
Universitas Brawijaya Kukuhkan 4 Profesor Baru, Siap Ciptakan Inovasi Energi Hijau dan Pangan Adaptif
Sabtu 07-11-2026,14:14 WIB
Putra Daerah Bojonegoro Slamet Supriyadi Terima Sijil Penghargaan Internasional dari KOPDAB
Sabtu 07-11-2026,13:53 WIB
Cegah Narkoba Masuk Keluarga, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat, Jangan Ambil Hartanya
Sabtu 07-11-2026,13:39 WIB
Hadapi Musim Hujan, Kapolres Mojokerto Kerahkan Kekuatan Siaga Bencana
Sabtu 07-11-2026,13:13 WIB