Probolinggo, Memorandum.co.id - Petugas gabungan menggelar razia di kamar-kamar para narapidana yang menghuni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Probolinggo, Selasa (6/4/2021) malam. Hasilnya, hanya ditemukan barang yang dilarang yaitu Handphone, alat potong kuku, sendok dan korek api. Razia gabungan bersama Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820/Probolinggo dan BNN Pasuruan yang merupakan rangkaian dalam rangka mendukung Program Anti Handphone, Pungli dan Narkoba (Halinar) di dalam Lapas. Seluruh kamar sel tahanan Lapas, area taman, bengkel kerja dan gudang, tak luput dari pemeriksaan barang berbahaya. Tak hanya itu, puluhan warga binaan dan petugas lapas dites urine. Kalapas Kelas II B Probolinggo, Risman Sumantri, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan razia gabungan ini sopan santun tetap dijaga, karena warga binaan sudah menganggap lapas ini sebagai rumah sendiri sehingga kenyamanan harus tetap terjaga. “Sasaran razia gabungan dalam kegiatan ini yakni narkotika, HP dan benda terlarang lainnya. Kegiatan ini juga bagian dari rangkaian peringatan hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-57 tahun serta sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan keamanan, ketertiban pada UPT Pemasyarakatan.” terangnya. Menurutnya, penggeledahan atau razia ini dilakukan sebagai upaya mendukung program pemerintah yaitu bersih dari narkoba dan barang-barang terlarang lainnya. "Saya menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan kami TNI, Polri, BNNK atas, bantuan dan kinerjanya dalam rangka mendukung program kami yaitu Bersinar yang merupakan bersih dari narkoba dan barang-barang terlarang lainnya," tandas Risman Sumantri. Kapolres Probolinggo Kota AKBP Raden Muhammad Jauhari, melalui Kabag Ops Kompol Hermawan Tjahyono menerangkan, bahwa hasil dari razia gabungan terdapat temuan barang yang dilarang yaitu Handphone, alat potong kuku, sendok dan korek api. "Barang tersebut sudah diamankan oleh petugas dari Lapas, sedangkan untuk Narkotika tidak ditemukan," jelas perwira polisi dengan melati satu ini. Selain razia, petugas gabungan juga menggelar tes urine mendadak kepada petugas lapas dan warga binaan kasus narkoba. Ini dilakukan untuk memantau adanya indikasi permainan atau penyelundupan narkoba di dalam lapas. "Dari ratusan warga binaan, juga dilaksanakan test urine secara acak kepada 50 warga binaan. hasilnya negatif semua," pungkas Hermawan.(mhd)
Razia Gabungan di Lapas Probolinggo Temukan Barang Terlarang
Rabu 07-04-2021,15:11 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-04-2026,13:01 WIB
Targetkan Surabaya Bebas Pasar Kumuh 2027, Eri Cahyadi Revitalisasi 15 Pasar Tahun Ini
Selasa 28-04-2026,11:46 WIB
Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo Perintahkan Investigasi dan Perbaiki Lintasan
Selasa 28-04-2026,15:43 WIB
Revolusi Tata Kelola, Eri Cahyadi Wajibkan Camat dan Lurah Hitung Presisi Timbulan Sampah Berbasis RW
Selasa 28-04-2026,15:29 WIB
Viral di Medos, Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bekuk Pencuri Penutup Tandon Air Asal Kalimas Baru
Selasa 28-04-2026,13:16 WIB
Jemput Bola di Kecamatan Sendang, Bapenda Tulungagung Ajak Warga Taat Pajak Demi Dongkrak PAD
Terkini
Rabu 29-04-2026,10:50 WIB
AKP Neni Endah Purna Tugas, Polsek Karangrejo Gelar Tasyakuran Penuh Haru
Rabu 29-04-2026,10:42 WIB
Canggih! Peneliti Temukan Cara Edit Gen Manusia Gunakan Kafein
Rabu 29-04-2026,10:39 WIB
Antara Ambisi dan Kesehatan Mental: Mengapa Gen Z Beralih ke Slow Living?
Rabu 29-04-2026,10:34 WIB