SURABAYA - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menetapkan Mat Sadin alias Sajemin (54), warga Jalan Bulak Banteng Gang Anggrek, sebagai tersangka pencabulan terhadap Mawar (13), tetangganya. Mat Sadin dengan kedua tangan diborgol hanya bisa menundukkan kepalanya yang ditutupi kerpus berwarna hitam, dengan didampingi dua petugas. "Saya kapok,” jawab Mat Sadin singkat kepada wartawan, Jumat (15/6). Mat Sadin mengaku, terpaksa mencabuli Mawar karena jauh dari istri, sehingga nafsunya jarang tersalurkan. Akhirnya bapak tiga anak tersebut, melampiaskannya kepada korban. "Saya khilaf pak," sesal dia. Kali pertama ia berhasil menodai korban pada Januri 2019 lalu. Saat itu, dia melihat Mawar dan mengajak ke rumah kontrakannya. Apalagi waktu itu situasi sangat mendukung. Istri dan anaknya berada di Madura, sedangkan kedua orang tua Mawar berjualan ke pasar. Setelah berada di dalam kamar, dia lalu mencopot semua pakaian korban dan mencabulinya. Mat Sadin mengaku hanya mengesek-gesekkan (maaf) kemaluannya karena tidak bisa berdiri. “Saya tidak bisa memasukkan karena tidak bisa berdiri. Hanya nempel terus keluar begitu saja," terang Mat Sadin. Perbuatan bejat Mat Sadin kembali terulang di rumahnya. Namun, kali ini tersangka memberikan es dan uang Rp 5.000 kepada korban. Untuk aksi terakhirnya, lelaki tersebut tidak memberikan uang hingga akhirnya Mawar melapor ke keluarganya. “Pada waktu itu, saya tidak punya uang untuk diberikan kepada korban. Dia langsung melaporkan ke keluarganya,” imbuh Mat Sadin. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, masih menyelidiki kasus pencabulan yang dilakukan Mat Sadin karena kemungkinan adanya korban lain selain Mawar. “Masih kami dalami soal dugaan adanya korban lain. Kalau ada yang merasa jadi korban segera melapor ke kami. Karena itu sangat penting untuk menjerat tersangka,” tegas alumni Akpol 2000 ini. Mat Sadin ini ternyata pernah ditahan setelah terlibat pembunuhan di Sampang, Madura. Atas perbuatannya itu, dia dihukum sebelas tahun penjara dan bebas pada tahun 1997. (rio/nov)
Diberi Es dan Uang, Pelajar SMP Dicabuli
Sabtu 15-06-2019,11:01 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 03-04-2026,21:40 WIB
Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan Maut di Duduksampeyan Gresik, 1 Pengendara Motor Tewas
Sabtu 04-04-2026,07:43 WIB
Dari Potensi Lokal ke Prestasi Nasional, Desa BRILiaN Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Pesisir
Jumat 03-04-2026,22:59 WIB
Dinkes Jatim Klaim Kasus Campak Awal 2026 Menurun Dibanding 2025
Sabtu 04-04-2026,08:39 WIB
Gerak Cepat Polisi Bersama BPBD dan Warga Evakuasi Pohon Tumbang di Wilayah Kota Kediri
Jumat 03-04-2026,20:36 WIB
Pria Asal Kediri Ditemukan Tewas di Rumah Ngagel Surabaya
Terkini
Sabtu 04-04-2026,20:10 WIB
Babak Pertama Persebaya Vs Persita Berakhir Imbang Tanpa Gol
Sabtu 04-04-2026,20:03 WIB
LinkUMKM BRI Dorong Pengusaha Perempuan Naik Kelas Lewat JJC Rumah Jahit
Sabtu 04-04-2026,19:57 WIB
Bayar PBB Lewat BRImo Lebih Mudah Dapat Cashback Hingga 13 Persen
Sabtu 04-04-2026,19:36 WIB
Akses Warga Lancar, Jembatan Garuda di Pilangrejo Boyolali Gantikan Sasak Rapuh
Sabtu 04-04-2026,19:16 WIB