Surabaya, memorandum.co.id - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung satu tahun mengakibatkan aktivitas perekonomian melemah. Pembatasan yang diberlakukan di setiap daerah di Indonesia turut berpengaruh pada roda ekonomi, termasuk Surabaya . Kondisi ini mendorong dosen dan mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), lebih peka dan peduli terhadap sesama terutama mereka yang terdampak pandemi. Pengabdian masyarakat, berupa pemberian bantuan kebutuhan pokok disalurkan kepada masyarakat di Kampung Nelayan, Cumpat RT 03/ RW 02, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu (7/3/2021). "Hasil tangkapan ikan para nelayan tidak bisa terserap pasar karena daya beli masyarakat yang menurun. Sehingga kami merasa perlu untuk memberikan bantuan di sana. Dan ternyata masyarakat sangat senang menerima bantuan dari kami,” beber Yati Isnaini Safitri, Dosen FKK Unusa. Selain memberikan sembako, Yati bersama Nur Zuwariah dan tiga mahasiswa FKK Unusa, juga memberikan penyuluhan bagaimana menjaga kesehatan dan memenuhi gizi seluruh anggota keluarga, walau di masa pandemi. “Dampak pandemi ini luar biasa. Bukan hanya kasus pasiennya tapi banyak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Dan akibatnya gizi masyarakat tidak terpenuhi terutama anak-anak,” ungkap Yati. Nur Zuwariah, yang juga Dosen FKK Unusa menyebutkan, berdasarkan data dari Pemerintah Kota Surabaya, dalam satu tahun umur pandemi, membuat 11 juta orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan. "Pemerintah sudah berupaya menolong masyarakat dalam menghadapi pandemi, juga memberikan berbagai macam insentif bagi nelayan. Namun, apakah insentif pemerintah sudah tepat sasaran? Insentif yang tepat sasaran menjadi penting," beber Zuwariah. Bagi nelayan kecil, Menurut Zuwariah, Pemkot dapat memberikan insentif berbentuk tunai untuk membantu mereka, serta bantuan pasar agar menyerap hasil tangkap nelayan, bisa juga memberi alat tangkap. "Bila hanya mengandalkan bantuan pemerintah tidaklah cukup. Dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak terutama swasta untuk bisa melakukan hal serupa," pungkas Zuwariah. (mg1/udi)
Daya Beli Menurun, Ekonomi Nelayan Terdampak
Minggu 07-03-2021,14:20 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 24-09-2026,16:25 WIB
Sebelum Ditemukan Tewas Gantung Diri, Pria Dua Anak Terlihat Bingung dan Cekcok dengan Wanita
Kamis 24-09-2026,19:54 WIB
Dua Bandit Tepergok Curi Honda Vario di Parkiran Showroom, Sontak Jadi Bulan-Bulanan Warga Surabaya
Kamis 24-09-2026,22:20 WIB
Faktur Pajak TBTS Seret Direktur PT TBNP, Negara Rugi Rp 996 Juta di Sidoarjo
Kamis 24-09-2026,15:17 WIB
Residivis Curanmor Ditembak Polsek Bubutan, Penadah Nyambi Edarkan Sabu
Jumat 25-09-2026,06:32 WIB
Kejagung Mutasi 16 Pejabat Sekaligus, Ini Daftar Lengkap Pergeseran Jabatan
Terkini
Jumat 25-09-2026,15:05 WIB
Dandim 0824/Jember Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Hubungkan Harapan Warga Badean dan Pakis
Jumat 25-09-2026,14:54 WIB
Gedung Bekas SRMA 37 Gresik Disulap Jadi Panti Jompo, Diproyeksikan Beroperasi 2027
Jumat 25-09-2026,14:45 WIB
Jelang HUT Ke-81 TNI, Pangdam V/Brawijaya Ziarah ke Makam Bung Karno
Jumat 25-09-2026,14:42 WIB
Perkuat Sinergi dan Kemaslahatan Umat, BSI Maslahat Silaturahmi ke Ponpes Miftachussunnah
Jumat 25-09-2026,14:39 WIB