Surabaya, memorandum.co.id - Permasalahan kantong plasma darah masih langka di PMI Kota Surabaya. Sebab, dari jumlah masyarakat yang akan mendonorkan plasma konvalesen harus antre, mengingat persediaan kantong tersebut masih menipis. Seperti yang dikatakan Kepala UPT PMI Budi Arifah, bahwa permasalahan ini sudah disampaikan kepada Pemkot Surabaya termasuk pihak ketiga, namun saat ini tinggal menunggu realisasinya. “Saat ini sudah mulai menipis, tapi baru ada kabar mendarat di bandara, dengan satu merek,” ujar Budi mendampingi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Selasa (2/3). Tambah Budi, untuk saat ini jumlah kantong darah hanya 100 buah. Dan untuk yang mendarat, jumlahnya berapa dirinya belum tahu.“Itu hanya untuk satu merek saja, di tempat kita ada empat merek. Jadi hanya bisa digunaka satu alat,” jelasnya. Lanjutnya, bahwa pemkot sudah dimintakam CSR dan sudah dihubungi perusahaan terkait apa yang dibutuhkan. “Suda kami sampaikan kebutuhan saat ini soal menipisnya kantong darah, tapi realisasinya belum tahu,” tegas Budi. Untuk stok plasma konvalesen, tambah Budi, stoknya ada 200 kantong untuk semua golongan darah dan tinggal mendistribusikan jika ada permintaan. “Sekarang tidak punya antrean dan yang butuh langsung kita berikan. Stok yang ada golongan darah A ada 55 kantong, golongan darah B ada 102 kantong, golongan darah AB 26 kantong, dan golongan darah O ada 76 kantong,” tambahnya. Dan untuk permintaan paling banyak tetap Suraabya, meski tidak ada batasan siapa yang membutuhkannya. “Ada yang dari Sampit, Manado, paling banyak Surabaya,” pungkas Budi. Sementara itu, Wakil Ketua I PMI Kota Surabaya Tri Siswanto menambahkan, bahwa suaasan pendemi seperti ini sangat sulit mendapatkan kantong plasma. “Mudah-mudahan dengan kehadiran bapak wakil wali kota bisa membantu kita dalam pengadaan kantong darah atau reagensia bisa lancar,” singkatnya. Terkait curhatan dari PMI, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengatakan, pihaknya akan membantu memecahkan permaslahan ini. “Pemkot juga akan membantu,” ujar Armuji. (fer/udi)
Kantong Plasma Langka, PMI Curhat kepada Wawali
Selasa 02-03-2021,18:33 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,11:11 WIB
Cemburu Picu Cekcok Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Selasa 27-10-2026,13:26 WIB
Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Hukuman Mati
Selasa 27-10-2026,10:43 WIB
Jejak Sadis Suami Siri, Habisi Ibu dan Anak hingga Dibekuk di Jombang
Selasa 27-10-2026,11:50 WIB
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Pelaku Bakar Jasad Korban Selama Dua Hari Sebelum Digiling
Selasa 27-10-2026,06:17 WIB
Istri di Mana-mana, Anak Terlupakan (2): Menghitung Dosa di Balik Ijab Kabul
Terkini
Rabu 28-10-2026,03:05 WIB
Wali Kota Batu Tegaskan APBD 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Rabu 28-10-2026,02:00 WIB
Ibu Tiga Anak Korban KDRT di Surabaya Mengadu ke Cak Ji, Ungkap Dugaan Penganiayaan dan Penelantaran
Rabu 28-10-2026,01:00 WIB
DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat Usai Dugaan Penganiayaan Tiga Siswa, Desak Pengawasan Ketat
Rabu 28-10-2026,00:45 WIB
Jembatan Sentong Segera Rampung, Jalur Jember–Bondowoso Semakin Nyaman
Rabu 28-10-2026,00:00 WIB