Jombang, memorandum.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menggelar hearing dengan tiga perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jombang. Tiga perusda tersebut yakni, Perusda Panglungan, PDAM Tirta Kencana, dan Perusda Aneka Usaha Seger. Dalam hearing ini, wakil rakyat membahas terkait kinerja direktur baru yang dinilai belum menunjukkan hasil kerja yang maksimal. Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi beserta pimpinan Komisi B mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah mengirim surat untuk meminta kejelasan BUMD sejak ditetapkannya setahun lalu. "Kami ingin mengetahui progres yang telah dicapai pimpinan baru. (Bagaimana) rencana kerja yang bakal atau yang telah dilakukan, serta persiapan audit independen. Akan tetapi hingga hari ini, kejelasannya belum ada," ungkapnya, Senin (18/1/2021). Menurut penjelasan Mas'ud, apa yang dilakukannya ini sebagai upaya seiring rencana pemkab yang akan menyuntikkan anggaran kepada PDAM Tirta Kencana sebesar Rp 10,3 miliar. Nah, sebelum rencana itu menjadi raperda, maka terlebih dahulu dilakukan audit independen. "Karena kan yang digunakan merupakan uang negara. Sebelum rencana penyertaan modal dilakukan, maka kami ingin benar-benar mengetahui secara pasti, progres yang telah didapat dari masing-masing perusda,” jelasnya. Mas'ud memaparkan, pada penyertaan modal sesuai dengan Perda 11 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Tirta Kencana, mencapai Rp 100 miliar. Namun hingga kini, PDAM baru diterima Rp 46 miliar. "Memang, ketika metode ketua BUMD dipegang oleh sektor swasta atau profesional, segala bentuk intevensi yang biasanya diperoleh perusda bakal dapat dihindari. Sehingga dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD)," paparnya. Contoh Perusda Panglungan. Dengan jumlah luasan hingga ratusan hektare, namun sumbangsihnya hingga hari ini belum ada. Apabila dikelola oleh pihak ketiga, sudah ada yang berani membayar Rp 300 juta-Rp 400 juta per tahun kepada Panglungan. “Tapi kenyataannya, hingga saat ini belum ada progres. Jadi dimana pengawasannya. Nah, pertimbangan inilah yang membuat kami menaruh harapan jika dikelola oleh profesional, hasilnya bakal beda," tukasnya. Sementara itu, Kabag Perekonomian Setdakab Jombang Tri Endah Sektiwati menerangkan, bahwa masing-masing perusda, nantinya bakal merinci jumlah yang dibutuhkan. "Untuk realisasinya, nanti saat perubahan anggaran keuangan (PAK) dikucurkan. Kalau nanti tidak disetujui, secara otomatis penyertaan gagal dilakukan. Tahun kemarin sebenarnya kan dapat dilakukan, tapi ada refocusing anggaran penanganan Covid-19,” terangnya. Indah juga beralasan, bahwasanya rapat hari ini masih merupakan tahap awal. Sehingga belum dapat diketahui secara pasti, berapa jumlah yang bakal diterima per perusda. "Ini kan masih rapat perdana, jadi belum diketahui besarannya berapa. Dan untuk penentuannya, setelah paparan pada rapat selanjutnya,” pungkasnya. (yus/fer)
Hearing dengan Tiga Perusda, Dewan Jombang Pertanyakan Progres
Senin 18-01-2021,18:59 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 05-06-2026,15:00 WIB
Markas Curanmor di Margomulyo Surabaya Digerebek Resmob
Jumat 05-06-2026,14:23 WIB
Ide Bekal Simpel dan Bergizi untuk Anak yang Anti Sayur
Jumat 05-06-2026,08:09 WIB
7 Kandidat Siap Berebut Kursi Dirut Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun
Jumat 05-06-2026,06:35 WIB
Peringati HKGB ke-74, Polres Kediri Kota Gelar Wayang Karton Sarana Edukasi
Jumat 05-06-2026,15:22 WIB
19 Dapur SPPG Disuspensi, Satgas MBG Situbondo Desak Pembenahan Total
Terkini
Sabtu 06-06-2026,06:01 WIB
Tampil Sempurna di FIFA Matchday 2026, Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0
Jumat 05-06-2026,21:47 WIB
Timnas Indonesia Unggul 2-0 Atas Oman di Babak Pertama FIFA Matchday 2026
Jumat 05-06-2026,21:28 WIB
Kanguru Australia Jadi Duta Lingkungan di Taman Prestasi Surabaya, Ajak Warga Peduli Sampah
Jumat 05-06-2026,21:17 WIB
Wujudkan Ruang Kreatif bagi Generasi Digital, Kapolres Kediri Kota Buka Turnamen E-Sport
Jumat 05-06-2026,21:06 WIB