Surabaya, memorandum - Wali Kota Tri Rismaharini menerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan di Kota Surabaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 PGRI, Selasa (1/12). Ketua PGRI Kota Surabaya Agnes Warsiati menjelaskan, beberapa waktu lalu PGRI menggelar serangkaian kegiatan untuk menyambut HUT tersebut. Salah salah satunya adalah pemilihan tokoh pendidikan. Pemilihan itu diambil melalui polling via online yang diisi oleh ribuan guru se-Surabaya pada 25-28 November lalu. Ada tiga nominasi calon Tokoh Pendidikan yang pada waktu itu bersanding dengan Wali Kota Risma. “Dan jumlah anggota PGRI yang memilih Ibu Risma mencapai 1.855 orang. Kemudian nominasi lainnya adalah Bapak Martadi, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya dan Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa),” kata Agnes seusai beraudiensi. Menurutnya, Wali Kota Risma memang layak mendapatkan gelar sebagai Tokoh Pendidikan. Sebab, selama ini wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini memiliki perhatian lebih yang dituangkan pada program-programnya. Bahkan, kata dia, tidak hanya bidang pendidikannya saja, tetapi Wali Kota Risma juga memikirkan bagaimana kesejahteraan para pendidik. "Kami ingin menggali bahwa selama ini tokoh siapa yang peduli kepada dunia pendidikan. Baik kesejahteraannya maupun inovasi-inovasinya,” tegasnya. Seusai menerima penghargaan, di momen itu Wali Kota Risma kemudian berdialog bersama para guru terkait masalah-masalah domestik. Mulai dari membahas kesejahteraan, jarak tempuh dari rumah ke sekolah, hingga persoalan sosial lainnya yang tengah dihadapi. Hal itu sangat penting bagi Wali Kota Risma, agar Pemkot Surabaya dapat memberikan intervensi sesuai dengan permasalahan yang ada . “Sejahtera itu pertama. Jadi kita harus perhatikan betul-betul. Karena ketika kesejahteraan sudah terjamin, maka bekerja pun output-nya akan maksimal,” kata Wali Kota Risma. Tidak hanya itu, dia pun menawarkan ketika ada kegiatan dapat menggunakan fasilitas gedung yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya. Bahkan, ia menyebut untuk konsumsi dapat juga mengajukan bantuan kepada pemkot. “Kami akan bantu bapak ibu. Jadi panjenengan tidak perlu urunan untuk kegiatan seperti itu, termasuk upgrading skill itu penting nanti ada narasumber yang datang,” urainya. Di sisi lain, Wali Kota Risma juga menawarkan apabila ada pendidik yang belum memiliki tempat tinggal, maka dapat mengajukan supaya diintervensi berupa penyediaan tempat tinggal rumah susun (rusun). Selain itu, bagi pendidik yang rumah tidak layak huni (rutilahu) maka dapat pula diajukan bedah rumah. “Misalnya rumahnya rusak dan tidak mampu renovasi kita dan program perbaikan. Intinya saya ingin persoalan yang berhubungan kesejahteraan tidak ada. Termasuk ketika ada guru yang rumahnya jauh dari sekolah bisa kita pindah lebih dekat,” pungkasnya. (fer/udi)
Risma Terima Penghargaan Tokoh Pendidikan Surabaya
Selasa 01-12-2020,18:26 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 01-11-2026,16:53 WIB
Dugaan Penipuan Proyek Ruko di Lamongan, Seret Nama Eks Wabup dan Oknum Satpol PP Gresik
Minggu 01-11-2026,08:24 WIB
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Soroti Transparansi Pengadaan BPBD Jatim, Muncul Anggaran Mi Instan Rp17,24 Miliar
Minggu 01-11-2026,11:29 WIB
Gempur Pasar Luar Daerah, LPPNU Lamongan Orbitkan Tren Tani Hortikultura
Minggu 01-11-2026,14:03 WIB
Acara Golek Garwo Golkar Tulungagung, 318 Peserta Ikut Berburu Jodoh hingga Luar Pulau
Minggu 01-11-2026,13:27 WIB
Ngebut Zig-zag di Lamongan, Mobil Maut Hantam Motor, Ibu dan Balita Tewas
Terkini
Senin 02-11-2026,02:00 WIB
BNPB Ingatkan Papua Selatan Waspada Banjir dan Longsor di Tengah Karhutla
Senin 02-11-2026,01:00 WIB
Parade Juang 2026 Dipadati 170 Ribu Penonton, Wali Kota Eri Ajak Warga Jadi Pahlawan Masa Kini
Senin 02-11-2026,00:00 WIB
Penggiat Antinarkoba Soroti Pemberantasan Narkoba di Surabaya, Bandar Besar Diminta Diburu
Minggu 01-11-2026,23:45 WIB
Satpol PP dan Bea Cukai Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal di Nganjuk
Minggu 01-11-2026,20:25 WIB