Malang, memorandum.co.id - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Kota Malang dr Husnul Muarif menerangkan, sebagai jurnalis wajib hukumnya untuk menjalankan protokol kesehatan (prokes). Karena, hal itu bisa menjadi pelaksana prokes secara langsung di lapangan. Mengingat, saat beraktivitas sangat memungkinkan untuk kontak dengan nara sumber. Bahkan dengan banyak orang. Menjadi menjadi wartawan tangguh, dengan menjalankan protokol kesehatan. "Saya kira, kalau untuk protokol kesehatan (prokes) para wartawan sudah mengerti. Namun yang terpenting, adalah komitmennya untuk untuk melakukannya," terang dr Husnul Ma'arif, saat diskusi Publik Wartawan Tangguh di tengah Pendemi Covid -19. Digelar KONI Kota Malang, SIWO Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya serta Pemkot Malang, Minggu (29/11/2020). Dengan melakukan protokol kesehatan, hal itu berarti mencegah dirinya dan orang lain dari penularan virus covid 19. Sehingga memberikan kenyamanan, kesehatan dan keamanan saat bekerja, hingga pulang ke rumah. "Dengan memakai masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan, sebagai bentuk pencegahan diri dan lingkungan. Apalagi, tempat favorit virus, ada bagian pangkal hidung dan tenggorokan. Jika bersin, sangat mungkin terjadi percikan basah dari mulut maupun hidung. Karena itu, masker dan jaga jarak, menjadi pencegahnya," lanjutnya. Iapun meminta, jika para wartawan melakukan wawancara, sebaiknya juga melakukan jaga jarak. Tidak terlalu mendekati nara sumber, dan tidak berkerumun. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya Ariful Huda menerangkan, dengan pengetahuan kesehatan di masa pandemi Covid 19, ia berharap para wartawan semakin memahami dan bisa melakukannya. "Wartawan yang selalu beraktivitas dengan beberapa dan beragam orang, agar tetap bisa menjaga kebugaran. Bisa terus bergerak menjalankan tugas dengan baik. Tentunya dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan," terangnya. Acara yang dikuti para anggota PWI Malang Raya ini, juga menghadirkan wartawan senior, Yunanto. Menurutnya, ketangguhan wartawan bisa juga dilihat dari hasil karyanya. "Dengan karya tulisan yang berbobot dan ada ruhnya, bisa jadi itu pengertian wartawan tangguh. Harus ada acuhan di setiap publikasi. Sehingga terhindar dari kesalahan pemberitaan. Informasi yang sah dan akurat menjadi harga mati. Dengan begitu, media massa pun terlindungi dari kezaliman publikasi hoax," terangnya. Ia melanjutkan, secara legal formal, kiblat publikasi dalam konteks Covid 19, adalah tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19. Mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten dan kota. (edr/udi)
Dari Diskusi Wartawan Tangguh, Harus Jadi Pelaksana Prokes
Minggu 29-11-2020,19:01 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 04-11-2026,11:48 WIB
Gerbong Mutasi Polda Jatim Bergulir, Sejumlah Pejabat Polrestabes Surabaya Bergeser Jabatan
Rabu 04-11-2026,17:57 WIB
Kodaeral V Gagalkan Pengiriman 36 Ton Konsentrat Emas dan 23 Kontainer Kayu Ilegal di Surabaya
Rabu 04-11-2026,16:26 WIB
Gegara Sakit Hati, Pria Jombang Sebar Video Intim dengan Mantan Kekasih di Dunia Maya
Rabu 04-11-2026,16:22 WIB
Progres Penyidikan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Kerap Cekcok soal Finansial
Rabu 04-11-2026,23:04 WIB
Kasus Pembunuhan Madiun, Saksi Ungkap Mesin Pencacah Tono Dibongkar dan Dijual
Terkini
Kamis 05-11-2026,11:37 WIB
Polres Mojokerto Ungkap 11 Kasus Narkoba, Sita 136 Gram Sabu dan Belasan Ribu Pil Double L
Kamis 05-11-2026,11:32 WIB
Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim dan Polres Blitar Inspeksi Angkutan Umum
Kamis 05-11-2026,11:26 WIB
Bukan Cuma Terinspirasi Film, Psikolog Forensik Ubaya Sebut Pembunuhan Madiun Butuh Mens Rea Kuat
Kamis 05-11-2026,11:21 WIB
Gubernur Khofifah Lepas Pesepeda Ride for Palestine, Solidaritas Kemanusiaan dari Surabaya ke Jakarta
Kamis 05-11-2026,11:18 WIB