Mojokerto, memorandum.co.id - Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) sangat efektif dalam menekan kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Mojokerto. Dengan penerapan program tersebut, data kasus kekerasan perempuan dan anak pada tahun 2020 ini menurun dibandingkan setahun sebelumnya. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP) Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi menyebut, penurunan persoalan ini karena sejumlah faktor. Di antaranya adalah penerapan secara masif program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R). "Karena PIK R jalan makanya kasus kekerasan turun, karena mereka sudah mampu menyelesaikan masalah secara internal," terang Joedha Hadi saat membuka sosialisasi di Hotel R Wijaya Mojokerto, Selasa (27/10). Program ini dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya. "Data kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Mojokerto ada, tapi grafiknya terus turun. Data ini tergolong kecil dibandingkan dengan daerah di Indonesia," jelasnya. Target PIK R ini, kata ia, adalah sekolah dan karang taruna. Dinas juga melibatkan PKK sebagai ajang konseling dalam penanganan kasus kekerasan. Pihak DP2KBP sendiri membuka Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dari program yang telah menorehkan penghargaan kabupaten ramah anak madya, puskesmas ramah anak nasional ini layanan tersebut menjadi ujung dari penyelesaian tindak kekerasan pada perempuan dan anak. Sejumlah tindak kekerasan perempuan dan anak mewarnai tahun 2020 ini. Mengacu data dinas ini, sejak Januari lalu telah terjadi 15 kasus KDRT, 2 kali kasus pemerkosaan, 3 kasus hak asuh anak, 1 pelecehan seksual dan kekerasan lainnya. Dari kasus tersebut, 9 kasus KDRT telah selesai dan 5 dalam penyelesaian. Untuk pemerkosaan 1 kasus tuntas 1 dalam penyidikan dan tiga kasus selebihnya juga selesai. "Kasus pemerkosaan anak kita banding sampai MA. Kalau kasus anak, intinya tapi tidak boleh pakai pidana umum tapi harus dikembalikan pidana anak. Sistem peradilan anak. Itu yang kita perjuangankan," pungkasnya. (war)
Program PIK R Tekan Kasus KDRT di Mojokerto
Selasa 27-10-2020,16:07 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 09-09-2026,10:39 WIB
Tak Perlu Antre Lama, Inovasi BPJS Kesehatan Semakin Memanjakan Peserta JKN
Rabu 09-09-2026,14:07 WIB
Polres Gresik Hadir Langsung Dampingi Anak 14 Tahun yang Alami Trauma, Berharap Kembali Sekolah
Rabu 09-09-2026,08:54 WIB
Polisi Bubarkan Romli Oknum Anggota Pagar Nusa, Puluhan Kendaraan Digiring ke Mapolres Bojonegoro
Rabu 09-09-2026,18:01 WIB
Bukan Curanmor, Aksi Pengamen Gasak Rokok Kaleng di Semampir Berakhir Damai
Rabu 09-09-2026,11:28 WIB
Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Tekankan Percepatan Perkara, Jangan Ada yang Mengambang
Terkini
Kamis 10-09-2026,06:43 WIB
Lamongan Jadi Tuan Rumah Ekstranas 2026, Siap Tampilkan Potensi Madrasah se-Indonesia
Kamis 10-09-2026,05:56 WIB
Truk Naik Median JLU Barat Lamongan, Polisi Sigap Evakuasi dan Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar
Kamis 10-09-2026,05:02 WIB
Cinta yang Tak Pernah Diperjuangkan (4): Perjuangan Cinta di Tengah Bayang Masa Lalu
Kamis 10-09-2026,04:02 WIB