Sidoarjo, Memorandum.co.id - Setelah beberapa kali mendapat aduan masyarakat terkait adanya dugaan beras bantuan tidak layak konsumsi, Komisi D DPRD Sidoarjo langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Desa Kepadangan, Tulangan. Dhamroni Chudlori, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo mengunjungi salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Kepadangan, Kecamatan Tulangan, yaitu Yuli. Yuli sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ,warga Desa Kepadangan Tulangan menceritakan, beras bantuan sosial yang diterima itu warnanya menguning dan ketika dimasak baunya apek dan tidak enak. Sebenarnya beras tersebut tak layak untuk dikonsumsi. "Makanya beras tersebut kami jual lagi Rp. 100 Ribu dan uang tersebut saya belikan beras yang bisa dimakan," katanya saat menceritakan kepada anggota Komisi D DPRD Sidoarjo di kediamannya, Senin (12/10/2020). Setelah dari Desa Kepadangan, Tulangan, Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori kemudian melanjutkan ke rumah Mimik di desa kedungsugo, Prambon. Di desa tersebut, ia justru mendapati hal baru. Pemotongan timbangan beras yang diterima KPM (Bantuan Pangan Non Tunai) dari yang seharusnya 10 Kg, hanya diberikan 8,3 Kg. pemotongan timbangan tersebut terjadi sejak tahun 2017 lalu. "Sudah lama, kira-kira tiga tahun lalu, saya menerima memang gak pernah nimbang. Ngomongnya beratnya 10 Kg, ya sudah saya terima," ungkapnya. Dari hasil temuan tersebut, Dhamroni Chudlori mengatakan akan segera memanggil kembali Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo dan BNI terkait bansos yang tidak sesuai dengan aturan. Pihaknya ingin memastikan komitmen dari BNI untuk menindak oknum agen yang memainkan bansos. "Kami akan kejar itu. Di situ ada hak orang miskin yang harus diperjuangkan. Lalu dari Dinsos sendiri seperti apa pengawalannya sebagai leading sector," ujarnya. Dhamroni menyebutkan, di Kecamatan Prambon terdapat sekitar 2000 KPM. Dirinya berharap kejadian tersebut tidak menimpa KPM yang lain. Sebab tindakan tersebut sudah mendzolimi masyarakat miskin. "Maka dari itu, sebagai tindak lanjut kami akan panggil pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi sekaligus untuk memaparkan progres dari tindak lanjut dinas dan BNI atas agen yang nakal kemarin," pungkasnya.(ags/jok)
Sidak Bansos, DPRD Sidoarjo Temukan Kecurangan
Selasa 13-10-2020,15:29 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 16-10-2026,06:49 WIB
Krisis Air Bersih di Ngawi, Kanang Salurkan 10.000 Liter Air untuk Warga Desa Ngancar
Jumat 16-10-2026,09:41 WIB
Layak Dijuluki ''Kuba-nya Indonesia'', Cerutu Buatan Perajin Lokal Jember Sukses Kuasai Pasar Global
Jumat 16-10-2026,17:29 WIB
Dokter di Surabaya Dilaporkan Aniaya Advokat, Korban Mengaku Didorong hingga Terbentur Pintu
Jumat 16-10-2026,08:22 WIB
Hari Pangan Sedunia, Akademisi Unesa Ajak Warga Sulap Pekarangan Jadi Sumber Pangan
Jumat 16-10-2026,12:40 WIB
Prostitusi Online di Surabaya Dibongkar, Korban Dipaksa Layani 300 Pria Hidung Belang dalam Sebulan
Terkini
Sabtu 17-10-2026,06:10 WIB
Cinta yang Kalah oleh Waktu (6): Akhir Perjalanan Cinta Koko dan Dira
Sabtu 17-10-2026,05:36 WIB
Cak Surabaya 2019 Ditangkap Polisi Terkait Sabu
Sabtu 17-10-2026,05:07 WIB
Pemkot Surabaya Bongkar 56 Tiang Utilitas Tak Berizin, Sasar 224 Ruas Jalan
Sabtu 17-10-2026,04:07 WIB
Karhutla Tak Kunjung Reda, Perlindungan Resiko Pekerja Luar Ruang Jadi Perhatian
Sabtu 17-10-2026,03:03 WIB