Sidoarjo, memorandum.co.id - Demo menentang penetapan Omnibus Law di depan Kantor DPRD Sidoarjo berujung ricuh, Kamis (8/10/2020). Akibat peristiwa itu, tiga orang terluka. Informasi yang disampaikan Humas Polresta Sidoarjo Ipda Novianto menyebutkan, ketiga orang itu adalah fotografer Jawa Pos, Boy Slamet yang mengalami luka ringan di tangan kiri akibat tertimpa pintu pagar besi kantor DPRD yang roboh setelah didorong massa pengunjukrasa. Selain itu, ada juga mahasiswa bernama Risdan (19) yang terluka di kepala akibat terkena lemparan batu dari arah belakang. Mahasiswa Fisip jurusan Ilmu Komunikasi semester 3 itu sempat dirawat di klinik DKT namun saat ini sudah pulang. “Ada juga seorang lagi dari wartawan yang luka, namun kami belum mendapatkan informasi terkait nama dan medianya,” imbuh Ipda Novi. Sementara dari sisi aparat keamanan dipastikan tidak ada yang mengalami luka-luka dan insiden itu. Disebutkannya, kericuhan terjadi dipicu karena massa terlalu lama menunggu rekan mereka yang audiensi dengan anggota dewan di gedung DPRD Sidoarjo. Pendemo mulai berdiri dan meminta kawan mereka agar segera keluar dari audiensi di dalam gedung tersebut. Hitung mundur yang dikomandoi orator membuat massa aksi perlahan mulai merangsek ke depan pagar gedung dewan. Akibatnya sempat terjadi aksi saling dorong mendorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang berjaga. Akibatnya, pagar besi kantor dewan yang berlokasi di sekitar alun-alun kabupaten Sidoarjo itupun akhirnya ambruk dan menimpa wartawan, khususnya para juru foto yang bersiaga menunggu momen kejadian tersebut. Beberapa mahasiswa ada yang terjatuh akibat saling dorong. Lempar batu dan botol air mineral pun terjadi. Ipda Novi menambahkan ada seorang mahasiswa yang semapat diamankan aparat kepolisian namun tak lama kemudian langsung dilepas. Tak berselang lama, barisan pengunjukrasa yang sebagian besar dari unsur mahasiswa dari berbagai universitas di Sidoarjo berhasil dihalau oleh aparat keamanan. Bahkan kerumunan mahasiswa itupun sempat berlarian ke belakang untuk menghindari aparat keamanan yang bergerak maju. Setelah kejadian itu, aksi menentang UU Cipta Kerja pun berlangsung lebih kondusif setelah aparat keamanan coba melakukan dialog dengan korlap aksi yang mengomando rekan-rekannya di luar pagar kantor lembaga legislatif itu. (lud/jok/fer)
Demo Omnibus Law di Sidoarjo, Dua Wartawan dan Satu Mahasiswa Luka
Kamis 08-10-2020,16:56 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 08-11-2026,14:08 WIB
Perjalanan Dita Anesya Solois Asal Kalisat Jember, dari Panggung Lokal Hingga Album Satu Pesan
Minggu 08-11-2026,07:20 WIB
Silaturahmi Kebangsaan Bersama Wakil Rais Aam PBNU: Merawat Harmoni, Menyemai Simfoni Peradaban
Minggu 08-11-2026,10:34 WIB
Langgar Jam Operasional di Kalianak dan Karang Tembok, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tindak 15 Truk
Minggu 08-11-2026,14:27 WIB
Polda Jatim Ajak Jemaat Jaga Keluarga dari Bahaya Narkoba Lewat Minggu Kasih di GKI Rungkut Asri
Minggu 08-11-2026,21:05 WIB
Mendhak Sanggring Lamongan Luncurkan Udeng Semolo Gandring, Dorong Pelestarian Budaya dan UMKM
Terkini
Senin 09-11-2026,00:00 WIB
Kiai Sepuh di Pasuruan Sampaikan Lima Seruan Kebangsaan soal Penyadapan Prabowo
Minggu 08-11-2026,23:06 WIB
TPS Perkuat Kesiapsiagaan Petugas Operasional Surabaya Lewat Pelatihan Basic Life Support
Minggu 08-11-2026,22:46 WIB
Ribuan Akun WhatsApp dan Telegram Dijual ke Jaringan Judi Kamboja, Pakar Hukum Desak Bandar Dibongkar
Minggu 08-11-2026,21:41 WIB
Penyalahgunaan NIK dan Kartu SIM Ancam Data Pribadi, Pakar Hukum UmSura Minta Negara Bertindak
Minggu 08-11-2026,21:05 WIB