Malang, memorandum.co.id - Sebagai bakal pasangan calon (bapaslon) jalur perseorangan Pilkada Kabupaten Malang 2020, Heri Cahyono-Gunadi Handoko yang diusung Malang Jejeg harus memenuhi ketentuan PKPU. Salah satunya, menjalani tes kesehatan pada rumah sakit yang ditunjuk KPU. Namun, pasangan ini tidak mendapatkan rekomendasi dimaksud. “Kami tidak mendapatkan rekomendasi dari KPU, harus tes swab ke rumah sakit mana yang ditunjuk,” terang calon Bupati Malang jalur perseorangan, Heri Cahyono, Selasa (22/9/2020). Karena tidak mendapatkan rekomendasi dari KPU, maka Heri Cahyono yang akrab disapa Sam HC melakukan tes swab mandiri di Rumah Sakit Lavalette pada 17 September 2020. Sehari kemudian pada 18 September 2020 hasil swab keluar dan hasilnya cukup mengejutkan bahwa HC dinyatakan positif terpapar Covid-19. Namun, dari pihak pemerintah (Satgas Gugus Tugas) tidak ada tindakan lebih lanjut atas hasil tes swab HC. Apabila benar HC dinyatakan positif terpapar Covid-19 maka pihak pemerintah setempat melakukan tindakan lanjutan. “Kalau melihat dari aturan yang dikeluarkan Menteri Kesehatan dapat dipastikan saya akan dilakukan isolasi atau paling tidak dikarantina,” kata HC seraya menyebutkan hal itu tidak ada. Namun, pada Selasa (22/9/2020) sekitar pukul 05.00, ada pers rilis KPU yang menyatakan bahwa HC terpapar Covid-19. Padahal, Senin (21/9/2020) sore pihak KPU telah menerima hasil tes swab HC dari Prodia yang hasilnya negatif dan KPU tidak hanya menerima hasil tes swab saja tetapi juga menerima hasil rapid test dari Rumah Sakit Madinah yang hasilnya nonreaktif. “Bahkan untuk memastikan saya akan lakukan tes swab lagi pada tempat yang berbeda sebagai pembuktian kalau saya sehat,” urai HC. Sementara itu, salah satu tim hukum Malang Jejeg, Frans yang menemani HC saat melakukan tes swab di RS Lavalette menjelaskan saat itu sempat ditolak dengan alasan penuh, tetapi begitu dijelaskan tes swab itu untuk kebutuhan pendaftaran pilkada langsung dijadwal dua hari kemudian. Disamping itu, pihak rumah sakit sempat menjelaskan bahwa alatnya sedikit mengalami trouble, mungkin karena itu hasil swabnya dinyatakan positif bahkan hanya dalam waktu sehari hasilnya sudah keluar. Ketua Tim Malang Jejeg Sutopo Dewangga mengaku heran pada KPU karena selama Malang Jejeg mengikuti tahapan dan bahkan sampai menjalani pleno 3 kali terkaiat dukungan, pihak KPU tidak pernah melakukan rilis atas apa yang dilakukan Malang Jejeg. Namun, saat hasil swab HC dinyatakan positif oleh RS Lavalette terkesan dibesar-besarkan agar semua publik tahu dan bisa melakukan pemotongan (memperpendek) masa kampanye Malang Jejeg. “Sebetulnya ada apa dengan Malang Jejeg, terkesan dipersulit dan dihambat tahapan yang dilakukan Malang Jejeg,” tegas Sutopo. (kid/fer)
Malang Jejeg Didera Isu Terpapar Covid-19
Selasa 22-09-2020,18:55 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 03-11-2026,22:46 WIB
Mulai Sadar Pentingnya Jaminan Hari Tua Taspen, ASN Gen Z Tak Ingin Bergantung Dana Pensiun
Selasa 03-11-2026,23:52 WIB
Ditetapkan Tersangka, Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ditahan di Rutan Mabes Polri
Selasa 03-11-2026,21:45 WIB
Mutasi 264 Perwira Polri Beriringan dengan Pengungkapan Dugaan Penyadapan Ilegal
Rabu 04-11-2026,00:13 WIB
BSI Hormati Proses Hukum Terkait Pengaduan Nasabah di Kediri
Rabu 04-11-2026,11:48 WIB
Gerbong Mutasi Polda Jatim Bergulir, Sejumlah Pejabat Polrestabes Surabaya Bergeser Jabatan
Terkini
Rabu 04-11-2026,21:23 WIB
Perkuat Sinergi dengan Memorandum, BSI Region VIII Surabaya Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Rabu 04-11-2026,21:05 WIB
Pemkot Batu Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hadapi Cuaca Ekstrim
Rabu 04-11-2026,20:58 WIB
Wamen ATR/Waka BPN Minta Irjen Baru Perkuat Pengawasan Internal dan Sistem Peringatan Dini
Rabu 04-11-2026,20:40 WIB
Sopir TransJatim Ngantuk Tabrak Agya Parkir di Bahu Jalan Kebomas Gresik, Mobil Ringsek
Rabu 04-11-2026,20:33 WIB