Malang, memorandum.co.id - Terpidana pembunuhan mutilasi di Pasar Besar Matahari (PBM) lantai 2, Kota Malang, Sugeng Santoso (49), warga Jodipan, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya dijatuhi hukuman mati. Putusan hukuman mati itu, dikeluarkan Mahkamah Agung, Kamis (27/8/2020). Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa membenarkan adanya putusan dari MA tersebut. Namun, baru salinan putusan saja, berkas lain termasuk pertimbangan putusan, belum diterima. "Ya betul, ada putusan pidana mati untuk terpidana Sugeng. Kami.menerima salinan putusan, Jumat (4/9/2020) dari Mahkamah Agung," terang Kepala Kejaksaaan Negeri Kota Malang, Andi Darmawangsa, Senin (14/09). Disinggung apa yang menjadi pertimbangan dari hakim MA, Andi memgaku bahwa masih menerima salinan putusan saja. Sementara berkas yang lain belum menerima. Sebelumnya, Sugeng telah diputus Pengadilan Negeri Kota Malang selama 20 tahun, Rabu (26/2/2020). Selanjutnya, jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan kasasi. Kemudian dari Pengadilan Tinggi (PT) memutus dengan menguatkan putusan PN Malang. Kemudian JPU mengajukan ke MA, sehingga diputus pidana hukuman mati. "Dari putusan MA ini, masih ada upaya hukum grasi dan peninjauan kembali (PK) dari yang bersangkutan. Kalau hal itu tidak dilakukan, ya kita laporkan ke pimpinan untuk dilakukan eksekusi. Prosesnya masih cukup panjang," lanjut Andi. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal dari penemuan jenazah Mrs X di PBM lantai 2, Selasa (14/5/2019). Saat ditemukan, korban terpotong-potong menjadi 6 bagian. Diletakkan pada beberapa tempat yang berbeda. Dari penyelidikan, akhirnya ditangkap Sugeng Santoso, beberapa ratus meter dari lokasi kejadian. Di lokasi kejadian, ditemukan barang bukti gunting yang diduga dipakai untuk membunuh dan memutilasi korban, jahit sol sepatu untuk menato kaki, celana dalam, serta beberapa baju dan celana Sugeng sendiri adalah tuna wisma yang pernah tinggal di Jodipan, dengan pekerjaan sebagai tukang rombeng. Selain di Pasar Besar Malang, ia juga sering di berada kawasan Comboran. Pembunuhan itu, diawali dengan memotong kepala korban menggunakan gunting. Selanjutnya, tubuh korban diletakkan ke kamar mandi. Namun, karena tempatnya tidak cukup, maka tangan dan kaki korban dipotong-potong, hingga tubuh bisa dimasukkan ke kamar mandi. Sementara itu, terkait putusan pidana mati, kuasa hukum terpidana yang juga Ketua Peradi Malang Raya, Iwan Kuswardi mengaku, belum bisa berkomentar. "Belum menerima salinan putusan dan pertimbangan hukuman mati. Belum bisa berkomentar," terangnya. (edr/fer)
Pembunuh Mutilasi di PBM Malang Dihukum Mati
Senin 14-09-2020,21:39 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 23-03-2026,07:31 WIB
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Ketiga di Moto3 Brasil
Senin 23-03-2026,05:58 WIB
Hadiah Lebaran, 1.611 Warga Binaan Lapas Kelas I Malang Terima Remisi, 7 Orang Langsung Bebas
Senin 23-03-2026,07:47 WIB
Real Madrid Tundukkan Atletico 3-2 di Derby Madrid, Vinicius Junior Cetak Brace
Senin 23-03-2026,11:47 WIB
Mudik ke Kampung Halaman? Jaga Batas Tanah sebagai Langkah Awal Cegah Konflik Antartetangga
Senin 23-03-2026,09:29 WIB
Gema Takbir di Mapolres Gresik Pererat Silaturahmi di Hari Kemenangan
Terkini
Senin 23-03-2026,22:32 WIB
Arus Balik Malang Raya Mulai Meningkat, KAI Prediksi Puncak Kepadatan Terjadi 24 Maret 2026
Senin 23-03-2026,21:47 WIB
Pererat Silaturahmi Lebaran, Babinsa Proppo Gelar Komsos Pantau Kamtibmas di Desa Pangtonggal
Senin 23-03-2026,21:40 WIB
Jaga Kondusivitas Pascalebaran, Satgas Ketupat Polres Pamekasan Siagakan Personel di Monumen Arek Lancor
Senin 23-03-2026,20:43 WIB
Nekat Terobos Palang Pintu Taman Pelangi, Pengendara Motor Asal Jojoran Tewas Tertabrak KA Supas
Senin 23-03-2026,20:28 WIB