JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Di balik ketegasan seragam tugas dan tanggung jawab menjaga keamanan, ketulusan hati para abdi negara kembali terpancar di ruang-ruang kemanusiaan. Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jember membuktikan bahwa pengabdian seorang abdi hukum tidak hanya berhenti pada menjaga ketertiban, melainkan turut merangkul dan merawat kehidupan itu sendiri.
Aksi mulia ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 KORPRI Tahun 2026. Melalui kolaborasi hangat antara Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri dan personel kepolisian, markas kepolisian mendadak hangat oleh derap langkah mereka yang rela meluangkan waktu di tengah kesibukan pengamanan.
BACA JUGA:Wakapolres Jember Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi 2026
Rabu 4 November 2026, puluhan personel datang bukan untuk pengamanan, melainkan untuk mendermakan tetesan darah terbaik mereka demi menyambung harapan hidup sesama manusia yang tengah berjuang melawan kesakitan.
Mini kidi--
Dari target awal yang dicanangkan, aksi kemanusiaan ini berhasil menghimpun 42 kantong darah segar untuk kemudian diserahkan kepada Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember. Di balik angka tersebut, tersimpan cerita pengorbanan kecil dari para peserta.
BACA JUGA:Wakapolres Jember Sapa Warga di Rest Area Jubung, Perkuat Kerukunan dan Kamtibmas
Tidak sedikit yang harus berbesar hati menunda niat baiknya akibat kendala medis—mulai dari tiga orang yang kadar hemoglobin (HB)-nya belum memenuhi syarat, satu orang tengah memulihkan diri dengan obat-obatan, hingga satu lainnya yang harus beristirahat karena kelelahan. Kendati demikian, semangat kepedulian yang membara membuat puluhan lengan lainnya tetap mantap bergantian menyambut jarum suntik demi satu tujuan: kemanusiaan.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyambut haru dan memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi serta ketulusan jajaran Polres Jember. Baginya, keterlibatan aktif institusi kepolisian selalu menjadi angin segar yang menghidupkan asa di saat-saat krisis stok darah melanda.
BACA JUGA:Jogo Sekolah, Wakapolres Jember Tebar Pesan Humanis kepada Pelajar SMKN 5 Jubung
"Partisipasi Polres Jember ini sangat berarti bagi kami di PMI. Setiap tetes dan kantong darah yang terkumpul memiliki nilai kemanusiaan yang teramat tinggi, karena di ujung sana ada pasien-pasien yang tengah berjuang menanti pertolongan transfusi," ungkap Zainollah dengan penuh rasa syukur.
Ia juga menyimpan harapan besar agar budaya menolong ini terus mengakar, menjadikan donor darah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wujud cinta kasih nyata kepada sesama.
BACA JUGA:Wajah Baru Demokrasi, Mahasiswa dan Polres Jember Gotong-Royong Bersihkan Sampah Usai Aksi
Antusiasme yang membuncah dalam giat ini turut mencerminkan kuatnya ikatan sosial di tengah masyarakat. Berdasarkan catatan di lapangan, kehadiran para pendonor sebagian besar digerakkan oleh kekuatan solidaritas antar-rekan—sebanyak 40 orang hadir berkat ajakan teman atau contact person (CP), disusul empat orang yang tergerak usai menerima pesan siaran (WhatsApp Broadcast) dari UDD PMI, serta tiga lainnya yang terpanggil setelah memantau informasi lewat media sosial dan website.
Capaian 42 kantong darah ini tentu bukan sekadar statistik di atas kertas. Ia adalah simbol nyata bahwa di Kabupaten Jember, semangat gotong royong dan kepedulian tidak pernah padam. Bagi PMI, sokongan tulus dari berbagai pihak, teristimewa jajaran kepolisian, adalah benteng pertahanan terkuat dalam memastikan bahwa persediaan darah selalu ada bagi mereka yang membutuhkan.(edy)