Konstruksi proyek terbagi atas tiga komponen utama, yakni pembangunan saluran air, badan jalan, dan trotoar pedestrian. Saluran air dibangun memanfaatkan konstruksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).
Pekerjaan saluran nanti lebarnya 5,4 meter. Kemudian di sebelahnya ada badan jalan selebar 10 meter. Lalu di sisi sebelah selatan akan dibangun trotoar selebar 3 meter sebagai sarana pendukung pejalan kaki.
Peningkatan infrastruktur ini dirancang untuk memperkuat konektivitas interkawasan sekaligus memperlancar arus mobilitas warga dan jalur distribusi logistik. Selain itu, proyek ini difungsikan guna mendukung keterhubungan dengan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB) demi mengurai potensi kemacetan.
BACA JUGA:Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Gresik Bantu Wahyu Kembali ke Keluarga di Menganti
Atas gangguan lalu lintas dan ketidaknyamanan selama pengerjaan berlangsung, DSDABM Kota Surabaya menyampaikan permohonan maaf.
"Jadi kami memang memohon maaf atas ketidaknyamanan ketika pekerjaan ini berlangsung, terutama untuk pengguna Jalan Wiyung-Menganti di area Lidah Wetan dan Lidah Kulon. Karena ini untuk kebermanfaatan kita ke depannya," ungkap Hidayat.
Sementara itu, Kepala Tim Kerja Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Dhomas, membenarkan pencapaian progres pengerjaan di lapangan saat ini.
"Untuk pekerjaan pelebaran Jalan Wiyung, sampai saat ini progres 21 persen. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan multiyears, akan diselesaikan pada Mei 2027," kata Dhomas.