Ekspor RI Tembus USD 221,23 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD 10,61 Miliar

Senin 02-11-2026,17:56 WIB
Reporter : Ahmad Syaiku
Editor : Endradi

 
 

JAKARTA, MEMORANDUM.CO.ID - Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 10,61 miliar selama Januari hingga September 2026, dengan nilai ekspor mencapai USD 221,23 miliar atau lebih tinggi dibandingkan impor sebesar USD 210,63 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan kinerja perdagangan Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berlangsung sejak awal tahun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, surplus terjadi karena nilai ekspor Indonesia lebih besar daripada impornya.

"Hingga bulan September tahun 2026, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD 10,61 miliar," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin 2 November 2026.

BACA JUGA:Kapolri Larang Penggunaan Vape di Lingkungan Kepolisian, Ancam Sanksi Tegas

Secara rinci, ekspor Indonesia hingga kuartal III 2026 terutama ditopang sektor industri pengolahan dengan nilai USD 182,83 miliar atau hampir 83 persen dari total ekspor.

Nilai tersebut tumbuh 8,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar USD 167,84 miliar.

Kinerja industri pengolahan juga tercermin dari komposisi impor selama Januari hingga September 2026. Ateng mengatakan, sebagian besar impor Indonesia terdiri atas bahan baku atau penolong dan barang modal.


Mini kidi--

Nilai impor kedua kelompok tersebut masing-masing mencapai USD 150,57 miliar dan USD 41,55 miliar. Jika digabungkan, keduanya mencakup sekitar 91 persen dari total nilai impor.

Adapun tiga komoditas utama nonmigas yang diimpor Indonesia selama periode tersebut meliputi mesin dan peralatan mekanik, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik.

"Pada Januari hingga September tahun 2026, nilai impor ketiganya memberikan share sekitar 37,95 persen terhadap total impor nonmigas," tutur Ateng.

Lebih lanjut, Ateng merinci negara mitra dagang yang memberikan kontribusi surplus terbesar bagi Indonesia hingga kuartal III 2026.

Amerika Serikat (AS) menempati posisi pertama dengan surplus perdagangan mencapai USD 17,37 miliar. Capaian tersebut diperoleh setelah nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai USD 25,39 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan nilai impornya sebesar USD 8,02 miliar.

BACA JUGA:Kementerian Kelautan dan Perikanan Libatkan 3.500 Petugas Survei Target 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih

Kategori :