Ibu-Ibu DWP Lamongan Bongkar Peluang Bisnis Baru, Sulap Piring Jadi Cuan

Jumat 30-10-2026,00:35 WIB
Reporter : Faishal Danny.
Editor : Faishal Danny.

LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan membongkar cara mengubah barang sederhana menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.

Melalui Pelatihan Entrepreneur Hampers Piring Set yang digelar di Aula Gajah Mada Gedung Pemkab Lamongan, Kamis 29 Oktober 2026, para anggotanya diajarkan menyulap piring biasa menjadi bingkisan mewah bernilai ekonomi tinggi.

BACA JUGA:Asyik Bermain, Empat Siswa SD Terperosok ke Sumur 8 Meter di Modo Lamongan

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP ini diikuti oleh perwakilan DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok bagian, hingga kecamatan se-Kabupaten Lamongan.

Pelatihan ini melatih keterampilan peserta dalam mengemas piring set menjadi hantaran yang menarik, rapi, dan memiliki daya jual tinggi untuk berbagai acara seperti pernikahan, oleh-oleh keluarga, maupun cendera mata instansi.

BACA JUGA:Embung Wono Tirto Siap Tampung Mega Proyek Air 16 Hektare Sawah Sambeng

Penasihat DWP Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang atau formalitas belaka.

Ia menuntut para peserta untuk langsung mempraktikkan ilmu tersebut di rumah sebagai langkah nyata membangun kemandirian ekonomi.

“Harapan saya, peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang nantinya bisa diterapkan dalam berbagai kesempatan, baik untuk membuat bingkisan keluarga, cendera mata, maupun sebagai peluang usaha,” tegas Anis.

BACA JUGA:Panitia Disumpah! 3 Kursi Kosong Perangkat Desa Diincar, Kades Kemlagigede Lamongan: Anti Titipan

Senada dengan hal itu, Ketua DWP Kabupaten Lamongan, Puji Dariani Moh. Nalikan, menyebutkan bahwa potensi pasar untuk hampers piring sangat terbuka lebar.


Mini kidi--

Melalui sentuhan personal dan kemasan yang estetis, produk lokal Lamongan dinilai mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan melahirkan wirausahawan baru dari kalangan ibu rumah tangga.

BACA JUGA:Pagelaran Wayang Kulit di DPRD Jatim Wujud Pelestarian Bangsa

Di sisi lain, tantangan terbesar pasca-pelatihan ini adalah konsistensi para peserta dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi di tengah persaingan pasar hampers modern yang kian ketat.

Kategori :