MALANG, MEMORANDUM.CO.ID – Dalam gelaran Indonesian Youth Talkathon tersebut, panitia memberikan keleluasaan dan kebebasan kepada para peserta pengisi acara, komunitas, dan narasumber untuk berekspresi.
Mereka dapat menyampaikan beragam gagasan dan ide pemikiran, mulai dari aspirasi, pendidikan, hingga ekonomi kreatif di salah satu kafe kawasan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru.
BACA JUGA:Kapolsek Lakarsantri Jadi Pembina Upacara Sumpah Pemuda di MTs Nyai H Ashfiyah Surabaya
Tiga panggung berbeda mulai dari panggung talkshow, podcast hingga utama untuk tampilan musik telah disiapkan.
Mini kidi--
Tiga panggung itu dilabeli panggung Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa.
Semua diperuntukkan bagi narasumber dari berbagai disiplin ilmu.
BACA JUGA: Kapolda Jatim Pimpin Konsolidasi 5.000 Mahasiswa dan Santri di Hari Sumpah Pemuda
"Ini saatnya para pemuda menyampaikan suaranya, mulai dari ekonomi kreatif, politik, ekonomi, dan lainnya. Kami memberikan kebebasan materi, dan yang pasti kita siarkan secara live selama 28 jam non-stop," terang Direktur YPPIP, Andreas Sudibjo, saat ditemui di lokasi acara, Selasa, 27 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, para pemuda bisa berekspresi dan menyampaikan aspirasi dengan gaya bicaranya masing-masing.
Diharapkan, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini bisa lebih bermakna dan berisi.
BACA JUGA:Wali Kota Pasuruan Gaungkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati di Hari Sumpah Pemuda Ke-98
Sementara itu, Yos Setiawan dari InTime menjelaskan, pihaknya mengaku awalnya belum begitu mengenal tentang Malang, namun kehadiran mereka direspon dengan sangat baik.
BACA JUGA:Sumpah Pemuda 2026, Kapolres Gresik Tanamkan Patriotisme kepada Pelajar Sekolah Rakyat