Warga Binaan Lapas Jember dISiapkan Bekal Mandiri Usai Bebas

Senin 26-10-2026,22:31 WIB
Reporter : Edi Winarko
Editor : Rakhmat Hidayat

JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Berawal dari seutas benang, kreativitas menjelma menjadi karya yang bernilai. Suasana hangat dan penuh konsentrasi tampak jelas di blok wanita Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember, Senin (26/10/2026). Di balik dinding pembatas, para warga binaan perempuan tampak tekun merajut asa, mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan yang produktif dan bermakna.

 

​Dalam pembinaan kemandirian ini, para warga binaan belajar merangkai benang wol menjadi berbagai bentuk rajutan yang bernilai seni. Setiap prosesnya menuntut ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi—mulai dari menyusun simpul awal, merajut baris demi baris, hingga membentuk pola yang diinginkan.

​
Mini kidi--

Bagi mereka, aktivitas ini bukan sekadar mengisi waktu luang. Merajut menjadi sarana efektif untuk melatih ketekunan, mengeksplorasi kreativitas, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri yang sempat pudar. Dari proses belajar bertahap ini, keterampilan baru pun mulai terbentuk di tangan mereka.

 

​Kepala Lapas (Kalapas) Jember, Wahyu Susetyo, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian memegang peranan vital dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.

 

​“Kami berharap keterampilan yang dipelajari di sini tidak berhenti sekadar selama mereka menjalani masa pembinaan saja, tetapi terus dikembangkan setelah bebas nanti. Keterampilan merajut ini dapat menjadi bekal nyata untuk mandiri dan menjalani kehidupan yang lebih produktif di tengah masyarakat,” ujar Wahyu.

 

​Lapas Jember berkomitmen untuk terus menyediakan ruang dan fasilitas bagi warga binaan perempuan guna menggali serta mengembangkan potensi diri. Sebab, di balik setiap rajutan rapi yang tercipta, tersimpan proses belajar yang gigih dan peluang baru untuk menata lembaran hidup yang lebih baik. (edy)

Kategori :