MALANG, MEMORANDUM.CO.ID - Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober tahun 2026, dimaknai secara konkret oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Tak sekadar seremoni, Kampus Putih menggelar karpet merah bagi para lulusan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Melalui berbagai skema beasiswa unggulan pada Perekrutan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2027.
Langkah strategis ini diambil untuk mendorong lahirnya generasi Santri Teknokrat. Kaum terpelajar yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus menguasai sains, teknologi, dan kepemimpinan profesional menuju Indonesia Emas 2045.
BACA JUGA:Kick Off PMB Gen 27, UMM Siapkan 10 Beasiswa dan Beragam Kemudahan
Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menegaskan, santri masa kini tidak boleh hanya terpaku pada mimbar keagamaan semata. Menurutnya, lulusan pesantren memiliki modal karakter, kemandirian, dan etos disiplin yang kuat. Bisa berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari kedokteran, keteknikan, ekonomi, hingga teknologi informasi.
Mini kidi--
"Di UMM, kami menyiapkan dukungan finansial dan fasilitas akademik yang memadai. Agar para santri bisa bertransformasi menjadi dokter, insinyur, akuntan, hingga wirausahawan sukses tanpa kehilangan identitas kepesantrenannya," terang Juanda, saat peringatan hari Santri.
BACA JUGA:KKN UMM Hadirkan 190 Karya Inovasi Pengabdian Masyarakat di Malang
Sebagai komitmen nyata, UMM menyediakan berbagai skema keringanan biaya. Salah satunya, Jalur Prestasi Keagamaan dan Tahfidz Al-Qur'an. Para penghafal Al-Qur'an maupun peraih juara Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK), berkesempatan mendapatkan pembebasan tes potongan Biaya Studi Semester (BSS) secara signifikan.
Ada juga beasiswa penuh, melalui Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT). Membebaskan biaya kuliah sekaligus menyediakan fasilitas asrama. Bagi lulusan sekolah atau pesantren Muhammadiyah, UMM juga membuka skema Beasiswa Alumni Sekolah Muhammadiyah dan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KATAMM) dengan insentif potongan biaya studi yang sangat kompetitif.
BACA JUGA:Kolaborasi ISJ dan Mahasiswa Kesos UMM Bentuk Karakter Unggul Remaja Lewat Proker 'Biar Gak NPC'
Juanda menambahkan, ekosistem Kampus Putih dirancang sangat ramah bagi kultur santri. Melalui Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK), serta keberadaan pusat studi bahasa dan keislaman, para santri tidak akan mengalami gegar budaya.(edr)