Salah satu yang asyik untuk diikuti dalam pilkada akhir tahun nanti adalah pilwalkot Surabaya. Mengapa? Pertandingan bakal ramai. Seperti Barca vs Real Madrid. Sama-sama kuat. Terutama dari segi partai pendukungnya. Suporternya. Mahfud Arifin (MA) dan Mujiaman Sukirno diusung oleh delapan partai: Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, PPP, PKS, Demokrat, dan Golkar. Total delapan partai yang dalam pileg lalu meraih 853.443 suara. Perolehan kursi semuanya 31. Sedangkan PDIP yang kemarin menetapkan Eri Cahyadi dan Armuji sebagai cawali dan cawawali dari partai banteng mengumpulkan 418.873 suara. Perolehan kursi di DPRD Surabaya sebanyak 15. Meski dikerubut oleh delapan partai, PDIP tetap percaya diri karena menjadi partai yang memperoleh suara terbesar dan incumbent. Partai paling buncit, PSI yang mempunyai 4 kursi di DPRD Surabaya, belum menjatuhkan kemana akan berlabuh. Namun, tokoh-tokoh Banteng meyakini PSI akan bergabung dengannya. Dari segi pengantinnya, sama-sama masih rendah tingkat popularity dan electibiltynya. Baik Machfud Arifin-Mujiaman maupun Eri-Armuji. Whisnu yang lebih punya comparative advantage karena menjadi wawalinya Bu Risma, di luar dugaan tak dipilih oleh PDIP. Lebih parah lagi, jika kelak diehard supporternya ada yang ngambek seperti saat di kantor PDIP Jatim yang sempat protes teriak-teriak dan bahkan pingsan. MA yang mantan Kapolda Jatim dan Arek Suroboyo asli punya keuntungan start lebih awal. Sudah silaturahmi ke mana-mana, sudah penggalangan kepada siapa saja. Hanya agak telat mencari pasangannya yang akhirnya jatuh kepada Dirut PDAM Mujiaman Sukirno. Eri setali tiga uang. Bahkan, menurut saya, lebih parah dibanding MA. Kepala Bappeko yang menjadi anak emas Bu Risma ini selama ini seperti tenggelam di dapur pemkot. Akhirnya, tidak dikenal orang. Armuji yang kini anggota DPRD Jatim dan sebelumnya pernah menjadi ketua DPRD Surabaya lebih lumayan dibanding Eri. Tapi, jauh di bawah popularitas Whisnu. Bu Mega tentu sudah menghitung tentang itu. Bukankah Risma dulu juga begitu ketika diorbitkan Bambang DH? Saya yakin jurus itulah yang dipakai untuk meyakinkan Bu Mega. Kemenangan telak Risma-Whisnu yang mencapai 86,22 persen melawan Rasiyo-Lucy Kurniasari, tentu menjadi pertimbangan tersendiri. Risma factor itulah yang menjadi kuncinya sehingga orang sekelas Whisnu yang notabenenya sudah punya bekal popularitas, tersingkir. Tapi, akhir-akhir ini, ketika Risma sudah pintar "menikmati" dunia politiknya, sudah pandai memainkan buzzer dan influencernya, pada saat yang sama, sebagian warga Surabaya merasa "too much" terhadap gaya marahnya, gaya menangisnya, gaya bapernya. Itu terlihat ketika kota ini kewalahan menangani corona dan sebagian warga menghujatnya. Meme bermunculan di mana-mana. So? Risma factor could be positive, dan juga negatif. Masih banyak waktu menuju ke Surabaya 1. Kita nikmati pertandingannya. Semoga fairplay dan enak ditonton. Yang penting, tujuan utamanya tercapai: kita mendapatkan pemimpin sekelas Risma atau syukur-syukur di atasnya. Salam! Ali Murtadlo, Kabar Gembira Indonesia (KGI)
Risma Factor!
Kamis 03-09-2020,17:01 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 04-11-2026,11:48 WIB
Gerbong Mutasi Polda Jatim Bergulir, Sejumlah Pejabat Polrestabes Surabaya Bergeser Jabatan
Rabu 04-11-2026,17:57 WIB
Kodaeral V Gagalkan Pengiriman 36 Ton Konsentrat Emas dan 23 Kontainer Kayu Ilegal di Surabaya
Rabu 04-11-2026,16:26 WIB
Gegara Sakit Hati, Pria Jombang Sebar Video Intim dengan Mantan Kekasih di Dunia Maya
Rabu 04-11-2026,16:46 WIB
Mutilasi Madiun, Bocah 4 Tahun Dieksekusi di Ruang Tamu Usai Habisi Sang Ibu
Rabu 04-11-2026,23:04 WIB
Kasus Pembunuhan Madiun, Saksi Ungkap Mesin Pencacah Tono Dibongkar dan Dijual
Terkini
Kamis 05-11-2026,09:09 WIB
Polres Kediri Siagakan 500 Personel Hadapi Potensi Banjir hingga Tanah Longsor
Kamis 05-11-2026,08:58 WIB
Sambut HUT ke-57, SKH Memorandum Gelar Bakti Sosial Kesehatan Tradisional hingga Pasar Murah
Kamis 05-11-2026,08:33 WIB
Dorong Digitalisasi Pasar Tradisional, BRI Kaliasin Sasar Pedagang Pasar Keputran lewat QRIS
Kamis 05-11-2026,08:09 WIB
Rumput Tetangga Lebih Hijau (4): Pelarian yang Salah Alamat
Kamis 05-11-2026,07:42 WIB