Inul Daratista Ingin Haji Lagi: Rindu Kakbah, Daftar Bareng Adam dan Ivan

Senin 12-10-2026,07:15 WIB
Reporter : Ali Muchtar
Editor : Muhammad Ridho

“Enggak harus menunggu kaya raya dulu untuk berbagi. Semampunya saja. Kalau kita bisa membuat orang lain bahagia, kenapa enggak? Apalagi kalau bisa membantu orang beribadah. Rasanya ikut bahagia melihat mereka akhirnya bisa sampai ke Tanah Suci,” katanya.

BACA JUGA:Wujudkan Niat ke Tanah Suci, Memorandum Gelar Haji Umrah Expo 2026 di Surabaya Plaza

Sejumlah ulama kerap menasihati bahwa sedekah dan berbakti kepada orang tua merupakan amal saleh yang sangat dianjurkan. Keduanya menjadi jalan untuk mencari rida Allah dan mengharapkan keberkahan dalam kehidupan.

Dalam pandangan keagamaan, orang yang gemar berbagi dan memuliakan orang tuanya sedang berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Namun, apakah kerinduan untuk kembali berhaji juga berkaitan dengan amalan-amalan tersebut?

Inul mengaku kerap mendengar nasihat para ulama tentang pentingnya sedekah dan berbakti kepada orang tua. Ia memilih menerima nasihat itu dengan rendah hati.

“Ya, Pak Kiai bilang begitu. Saya percaya saja. Kita kan memang diajari untuk rajin sedekah, berbuat baik, dan berbakti kepada orang tua. Kalau para kiai memberikan nasihat seperti itu, ya saya amini. Mudah-mudahan saja semua yang kita lakukan menjadi jalan kebaikan dan mendapat rida Allah,” tuturnya.

BACA JUGA:Wujudkan Niat ke Tanah Suci, Memorandum Gelar Haji Umrah Expo 2026 di Surabaya Plaza

Inul tak lantas merasa bahwa dirinya sudah menjadi orang yang paling baik. Ia justru merasa masih banyak kekurangan dan harus terus belajar.

“Saya ini masih banyak kurangnya. Jangan melihat saya cuma dari panggung atau dari apa yang kelihatan di televisi. Saya juga manusia biasa. Saya cuma ingin terus belajar menjadi lebih baik, lebih bersyukur, dan lebih bermanfaat buat orang lain,” ujarnya.

Satu hal yang tak kalah penting bagi Inul adalah berbakti kepada orang tua, terutama ibu. Baginya, kesuksesan dan rezeki yang diterima tidak boleh membuat seseorang lupa kepada orang yang telah melahirkan dan membesarkannya.

“Kalau sudah bicara ibu, buat saya itu nomor satu. Selagi masih ada kesempatan, bahagiakan orang tua. Enggak usah menunggu punya uang banyak dulu. Perhatian, kasih sayang, dan waktu untuk mereka itu juga penting,” ungkapnya.

BACA JUGA:MUSE Makin Ramai, CFD Kota Madiun Bakal Punya Konsep Baru dan Zona Plaza

Menurut Inul, berbakti kepada orang tua tidak harus selalu diwujudkan dengan materi. Menemani, mendengarkan cerita, dan memastikan orang tua merasa disayangi juga merupakan bentuk bakti.

“Jangan sampai kita sibuk mengejar dunia, sibuk cari uang, tetapi malah lupa sama orang tua. Rezeki bisa dicari, pekerjaan bisa terus berjalan, tetapi kesempatan untuk membahagiakan orang tua jangan sampai kita sia-siakan,” katanya.

Di tengah rezeki dan berbagai kesempatan yang diterimanya, Inul selalu berusaha mengingat bahwa semuanya merupakan karunia Allah. Ia tak ingin keberhasilan membuatnya merasa bahwa semua yang dimiliki semata-mata hasil usahanya sendiri.

“Hadza min fadli Rabbi. Ini semua dari Allah, karunia dari Allah. Saya ini siapa? Kalau Allah enggak kasih rezeki, kesehatan, dan kesempatan, saya juga enggak bisa apa-apa. Jadi, semuanya harus disyukuri,” tuturnya.

Kategori :