Derita Sopir Towing, Sulit Dapat BBM Meski Punya Barcode

Rabu 30-09-2026,13:38 WIB
Reporter : Anwar Hidayat
Editor : Fatkhul Aziz

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kesulitan mengakses BBM jenis biosolar bersubsidi membuat sopir truk towing yang beroperasi di Jawa Timur menderita, Rabu, 30 September 2026.

Sopir towing mengeluhkan meski memiliki barcode resmi namun seolah tidak berguna saat mereka hendak mengisi BBM di SPBU.

BACA JUGA:Ribuan Sopir Towing Demo Dishub Jatim Minta Kejelasan Regulasi BBM

Keluhan tersebut disampaikan oleh Slamet Riyadi, salah seorang sopir towing yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa Gerakan Sopir Jawa Timur di depan Kantor Dishub Jatim.


Mini kidi--

"Kami punya barcode resmi, mobil saya juga jelas. Tapi pas beli BBM di SPBU langsung ditolak, katanya pimpinan enggak boleh. Padahal kami ini sama-sama bayar pajak dan rakyat kecil yang ingin menikmati subsidi pemerintah," ujar Slamet.

BACA JUGA:Gelar Demo di Grahadi, Aliansi Mahasiswa Papua Sampaikan Beberapa Tuntutan Krusial

Menurut Slamet, penolakan pengisian biosolar ini terjadi di berbagai daerah di Jawa Timur bahkan pengemudi sampai meninggalkan mobil towingnya di SPBU.

"Kami berharap pemerintah membebaskan semua kendaraan, tidak usah pakai barcode-barcode-an yang justru mempersulit rakyat kecil yang cari makan harian. Kalau bisa barcode dicabut saja," tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Mamik, sopir towing asal Pati. Ia menyebut kesulitan pengisian BBM sudah berlangsung sekitar lima bulan terakhir dan dialami secara merata di wilayah Jawa Timur.


Gempur Rokok Illegal--

"Kalau di Jawa Tengah atau Jawa Barat aman, tapi di Jawa Timur total enggak bisa ngisi biosolar. Padahal kita punya barcode resmi, kalau di Jawa Timur baru masuk SPBU saja, petugasnya sudah memberikan isyarat penolakan," ungkap Mamik.

Lebih lanjut, Mamik menceritakan sulitnya mendapatkan BBM di SPBU yang membuat para sopir harus membeli secara eceran dengan harga lebih mahal.

"Kami ini bayar, enggak ngutang. Kalau ditolak terus ya terpaksa beli eceran. Karena itu kami bersatu menuntut agar ada kejelasan dan sopir towing dibebaskan mengisi BBM di mana saja," tutup Mamik.(yat)

Kategori :