Pemkot Surabaya Wajibkan Event Libatkan UMKM, Multiplier Effect Harus Diukur

Jumat 25-09-2026,16:34 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Mochamad Syaifudin

Melalui kolaborasi tersebut, pelaku UMKM diharapkan memperoleh ruang untuk memasarkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan selama event berlangsung.

“Jadi setiap event yang ada di Kota Surabaya kami selalu ingin berkolaborasi memberikan kesempatan kepada UMKM agar perekonomian mereka juga meningkat dibandingkan hari-hari biasa,” ujarnya.

Keterlibatan UMKM dalam event juga bukan hal baru bagi Pemkot Surabaya karena dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, pemkot telah menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan memasarkan produk.

BACA JUGA:Kinerja UMKM Belum Optimal, Kadin Jatim Soroti Mentalitas dan Daya Saing Ekspor

Pada JConnect Run Soerabaja 10K 2025, Pemkot Surabaya menyebut event tersebut turut menggerakkan UMKM. Herry menilai, keberhasilan sebuah event tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun kemeriahan acara, tetapi juga dampak ekonomi yang muncul setelah event.

“Multiplier effect yang harus dilihat. Jadi jangan hanya melihat, oh ini jalannya macet, tetapi dampaknya kepada pertumbuhan perekonomian di Kota Surabaya itu yang harus kita ukur,” katanya.

Selain menyiapkan sisi ekonomi, Pemkot Surabaya juga memastikan infrastruktur pendukung event olahraga dalam kondisi siap dengan melakukan pemeriksaan terhadap rute yang akan digunakan peserta, termasuk kondisi jalan dan penerangan jalan umum (PJU).

“Jadi upaya kami dari Pemerintah Kota Surabaya ini selalu support full. Termasuk dari race-nya, jalan-jalannya, apabila yang akan dilalui oleh para peserta itu ada yang berlubang, maupun dari lampunya (PJU),” jelas Herry.

BACA JUGA:Gandeng Alibaba, Kadin Jatim Buka Akses UMKM Surabaya Tembus Pasar Global

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Disbudporapar berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah (PD), di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).

“Makanya kami berkolaborasi juga, adakan rapat, diskusi dengan PD-PD terkait, dengan Dishub, dengan DSDABM, misal terkait dengan jalannya. Jadi harus selalu dicek,” ujarnya.

Menurut Herry, banyaknya pihak dari luar daerah yang memilih Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan juga menjadi bagian dari kepercayaan terhadap Kota Pahlawan sebagai kota penyelenggara event.

“Karena penyelenggaranya tidak hanya dari Kota Surabaya. Ada yang dari Jakarta, ada yang dari luar kota. Jadi kita harus bangga bahwa mereka itu datang ke Surabaya, mempercayakan Surabaya sebagai kota pilihan untuk penyelenggaraan acara,” katanya.

Herry berharap event yang memiliki dampak ekonomi dapat dikembangkan menjadi agenda berkelanjutan, tetapi penyelenggara diminta menghadirkan inovasi agar setiap pelaksanaan tidak sekadar mengulang konsep yang sama.

“Saya rasa kalau olahraga tidak pernah ada matinya. Makanya setiap ada kegiatan, apa sih yang membedakan tahun ini dengan tahun kemarin, misalnya. Nah, itu selalu saya tanyakan, apabila sudah menyelenggarakan yang kedua kalinya, ketiga kalinya harus ada sesuatu yang berbeda,” pungkasnya. (alf)

 

Kategori :