SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PDM) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menghadiri peluncuran Gerakan Mandiri Anak Situbondo (GeMAS) dan Gerakan Situbondo Aktif Ber-PID (GeSit Ber-PID).
Acara EduFest yang berlangsung meriah ini digelar di Gelora Situbondo (GS), Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini dipadati oleh ratusan siswa mulai dari jenjang pendidikan PAUD, TK, SD, hingga SMP. Turut hadir pula para kepala sekolah dan guru dari 17 kecamatan di seluruh Kabupaten Situbondo.
BACA JUGA:Peringati Harhubnas Ke-55, Mas Rio Siap Integrasikan Sektor Perhubungan dan Sejarah Panarukan
Mini kidi--
Suasana semakin akrab saat Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, bersama Dirjen Gogot Suharwoto turun ke lapangan untuk bermain permainan tradisional engklek bersama. Aksi ini langsung disambut tepuk tangan riuh dari para guru dan murid yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program inovasi yang diinisiasi oleh Bupati Rio dan Dinas Pendidikan Situbondo. Ia menilai EduFest di Situbondo merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia karena berhasil mengintegrasikan empat pilar pendidikan.
"Ini salah satu yang terbaik di Indonesia yang pernah saya datangi. Karena memadukan antara empat hal: pendidikan di sekolah, pendidikan di keluarga melalui GeMAS, pendidikan di masyarakat, dan pendidikan di media digital melalui GeSit Ber-PID," ujar Gogot.
BACA JUGA:Keluhan Viral di TikTok, Mas Rio Janjikan Jembatan Gantung untuk Warga Leng-Leng
Gogot juga memuji keberhasilan Situbondo yang berhasil memecahkan rekor dengan memproduksi lebih dari 6.000 konten pembelajaran digital untuk memaksimalkan penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah-sekolah. Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi digital ini dibatasi untuk anak usia minimal 5-6 tahun demi menjaga fokus tumbuh kembang anak.
Sebagai bentuk dukungan pusat terhadap kemajuan pendidikan di Situbondo, Gogot mengungkapkan bahwa pemerintah pusat siap membangun Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun depan. Langkah ini merupakan wujud pelaksanaan amanat Inpres Nomor 10 Tahun 2026.
BACA JUGA:Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Situbondo, Mas Rio Soroti Demo Bosowa Banyuwangi
Pihak Kemendikdasmen telah meminta Pemkab Situbondo untuk menyiapkan lahan seluas 20 hektar guna merealisasikan sekolah berkualitas internasional tersebut.
"Tahun depan akan kita bangun sekolah yang terbaik di Kabupaten Situbondo yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah internasional di seluruh Indonesia," pungkasnya.
Usai acara peluncuran, Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas antusiasme luar biasa dari seluruh peserta.
BACA JUGA:Kiblat ke Tiongkok, Mas Rio Ajak Pengusaha Lokal Situbondo Bangun Sinergi Tiga Sektor