Pertamina Goes to Campus , Ajak Mahasiswa ITS Cari Solusi Tantangan Energi

Selasa 15-09-2026,15:41 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Mochamad Syaifudin

Didik mengatakan integrasi dibutuhkan agar rantai pasok energi berjalan lebih efisien sekaligus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

BACA JUGA:Media Gathering Regional Indonesia Timur, Pertamina Upstream Perkuat Sinergitas Dukung Ketahanan Energi


Gempur Rokok Illegal--

Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun mengungkapkan ITS dipilih sebagai salah satu lokasi PGTC karena memiliki kontribusi kuat terhadap perkembangan teknologi yang digunakan Pertamina.

ITS juga menjadi salah satu kampus yang banyak melahirkan lulusan yang kemudian bergabung dengan Pertamina, termasuk Pertamina Patra Niaga.Pelaksanaan PGTC di ITS kali ini menghadirkan empat direktur Pertamina Patra Niaga yang seluruhnya merupakan alumni ITS.

"Harapannya, Pertamina Goes to Campus di ITS ini pertama-tama dapat memberikan pemahaman, informasi, dan pengetahuan, terutama kepada mahasiswa, supaya mereka bisa lebih dini mempersiapkan diri dari sisi akademis maupun pengalaman organisasi," ujar Roberth.

Ia berharap mahasiswa ITS dapat mempersiapkan diri sejak dini agar mampu menjadi talenta unggulan yang sesuai dengan kebutuhan industri energi.

Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati menyambut baik kehadiran Pertamina di kampusnya karena PGTC memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan industri secara langsung sekaligus melihat peluang pengembangan karier.

Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan kesempatan magang untuk menguji relevansi ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan dunia kerja.

"Dengan magang, mahasiswa akan tahu lebih cepat relevansi apa yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan industri. Sehingga ketika lulus, mereka sudah tahu apa yang harus disiapkan untuk masuk ke industri tersebut," jelasnya.

Mengusung tema "Igniting the Future: Ideas and Action to Drive Impact", Prof. Bambang menilai mahasiswa tidak boleh berhenti pada gagasan.

"Perubahan itu selalu dimulai dari gagasan. Tetapi gagasan yang bagus jangan berhenti di konsep, melainkan harus diwujudkan menjadi karya nyata yang bisa menghasilkan manfaat bagi kita semua," pungkasnya. (ain)

Kategori :