MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemkot Madiun menerima Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas upaya pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan, Kota Madiun dinilai berhasil mengupayakan pemerataan distribusi guru, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, serta peningkatan aspek literasi, numerasi, dan partisipasi masyarakat.
BACA JUGA:Desil Bansos Berubah, Pemkot Madiun Dorong Warga Segera Lakukan Pemutakhiran Data
Selain pemerataan akses pendidikan, kemajuan kualitas SDM juga menjadi poin dalam penilaian penghargaan yang digelar di Nusa Dua Convention Center, Bali pada 28 Agustus 2026 itu.
Mini kidi--
“Jadi, dari Mendagri itu ada apresiasi secara periodik. Kita dapat yang akses pendidikan,” kata Soeko, Kamis 3 September 2026.
Menurut Soeko, raihan tersebut tak lepas dari berbagai program pembangunan SDM yang telah dijalankan Pemkot Madiun.
Di antaranya program pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan melalui program pinjam-pakai Chromebook serta program Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM) yang telah berjalan beberapa tahun terakhir hingga sekarang.
Kendati begitu, Soeko menyebut Pemkot Madiun tak ingin berpuas diri dan akan terus mengevaluasi program agar mampu menjadi yang terbaik.
BACA JUGA:Tampung Hasil Panen P2L, Pemkot Madiun Bakal Bangun Kios Sayur
Tidak sekadar pada akses pendidikan, evaluasi juga dilakukan pada sektor-sektor lainnya, seperti kesehatan, lingkungan, dan hunian.
“Kemarin saya sampaikan ke BPS, coba dievaluasi Kota Madiun kurangnya apa. Karena semua kategori itu indikatornya dari BPS dan kementerian terkait,” ungkapnya.
Ia menambahkan, apresiasi dari Kemendagri tersebut bukan hanya sebuah penghargaan.
Pemerintah daerah yang masuk tiga besar terbaik mendapat insentif fiskal sebesar Rp 1-2 miliar.
Namun, hingga saat ini belum ada petunjuk terkait penggunaan serta kapan penyaluran insentif tersebut.