Pulang dari Pasar Pasrepan, Kakek di Pasuruan Ditemukan Gantung Diri

Minggu 30-08-2026,18:37 WIB
Reporter : Muhamad Hidayat
Editor : Endradi

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Seorang pria lanjut usia berinisial Senendar (62), warga Dusun Setro, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, ditemukan meninggal dunia setelah gantung diri di dalam rumahnya, Sabtu 29 Agustus 2026.

Kapolsek Puspo AKP Johanes Hardjono menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui anak korban bernama Windayani (37).

Kejadian bermula saat korban berpamitan kepada anaknya untuk membeli BBM sekitar pukul 06.00 WIB. Namun, setelah pulang, korban justru mengaku baru dari Pasar Pasrepan.

BACA JUGA:Gegara Bakar Sampah, Rumah Servis Elektronik dan Laundry di Pandaan Pasuruan Jadi Arang

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, saksi Windayani pergi menjemput anaknya dari sekolah.

Setibanya kembali di rumah sekitar pukul 11.00 WIB, saksi memanggil korban untuk makan siang. Karena tidak mendapat jawaban, saksi mencari korban ke dalam kamar tidur.


Mini kidi--

"Saksi menemukan korban di dalam kamar dengan posisi leher terikat tali tampar plastik warna biru yang dikaitkan pada kayu atap setinggi dua meter, sementara ujung jari kaki korban masih menempel di lantai," ujar Johanes Hardjono.

Melihat korban masih bergerak dan bernyawa, saksi berinisiatif memotong tali menggunakan sabit untuk menurunkan korban demi menyelamatkan nyawanya.

Namun, setelah berhasil diturunkan, korban sudah tidak bergerak. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan kepada para tetangga.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan visum luar oleh tim medis Puskesmas Puspo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Petugas medis yang mendatangi lokasi menyatakan korban meninggal akibat kekurangan oksigen karena jeratan tali.


Gempur Rokok Illegal--

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya sehelai tali tampar biru sepanjang 120 sentimeter, sebilah sabit yang digunakan untuk memotong tali, serta pakaian yang dikenakan korban berupa jaket abu-abu, kaos biru, dan celana hitam.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan resmi yang menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. (kjd/mhd) 

Kategori :