BNNK Surabaya Ubah Strategi Medsos, Konten AI Tak Lagi Jadi Andalan Edukasi Narkoba

Jumat 21-08-2026,14:05 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Fatkhul Aziz

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Di tengah banjir konten digital yang setiap hari memenuhi layar ponsel, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menghadapi tantangan baru. Bagaimana membuat pesan bahaya narkoba tidak sekadar lewat di linimasa, tetapi benar-benar dilihat, dipahami, dan diingat masyarakat.

Persoalan itu mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar BNN Kota Surabaya untuk mengevaluasi sekaligus mencari strategi baru dalam mengoptimalkan media sosial sebagai kanal edukasi dan pelayanan publik, Jumat 21 Agustus 2026.

Kasubbag Umum BNN Kota Surabaya Indah Soetantri mengakui, media sosial BNN memiliki peran penting untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia, terutama generasi muda yang semakin bergantung pada platform digital sebagai sumber informasi.

BACA JUGA:Kepala BNNK Surabaya: Semua Narkoba Bisa Membuat Penggunanya Overdosis

Namun, besarnya jumlah pengikut belum otomatis membuat pesan yang disampaikan mendapatkan respons tinggi.

Indah menyebut sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah, mulai dari engagement rendah, interaksi dua arah yang terbatas, konten yang kurang menarik, hingga informasi yang belum merata diterima masyarakat.


Mini kidi--

"Konten kita yang kurang menarik ini sepenuhnya sebagai bentuk kita duduk bersama. Kita mengundang influencer, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, media massa, dan beberapa sekolah untuk mengetahui sampai sejauh mana konten BNN Kota Surabaya bisa menjangkau lingkungan mereka," kata Indah.

Menurut dia, forum tersebut bukan sekadar membahas tampilan media sosial, melainkan mencari cara agar media sosial BNN benar-benar menjadi layanan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:Jadi Sarana Penggunaan Narkoba, BNNK Surabaya Sepakat Vape Dilarang Beredar

Terlebih, sasaran edukasi BNN sangat luas, mulai pelajar sekolah dasar, sekolah menengah, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Selama ini, media sosial lembaga pemerintah kerap identik dengan publikasi kegiatan, seremonial, dokumentasi sosialisasi, dan informasi kelembagaan.

BNN Kota Surabaya ingin mengubah pola tersebut. Media sosial tidak lagi diposisikan hanya sebagai etalase kegiatan, tetapi menjadi ruang komunikasi yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus berinteraksi secara langsung dengan BNN.

Indah mengatakan, salah satu persoalan yang ditemukan adalah belum optimalnya interaksi dengan audiens. Karena itu, BNN berencana memperbanyak konten edukatif, meningkatkan interaksi, memperluas kolaborasi, serta membuat jadwal unggahan yang lebih teratur.

BACA JUGA:Komitmen Berantas Narkoba, Pemkot Surabaya Raih Penghargaan dari BNN RI

"Kita ingin mendapatkan saran dan masukan bagaimana optimalisasi layanan media sosial milik BNN itu bisa menjangkau masyarakat luas dalam mengedukasi, membuat konten menjadi menarik bagi kalangan usia masing-masing, baik itu pelajar SD, SMA, maupun mahasiswa," ujarnya.

Kategori :