SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bupati Situbondo Mas Rio mendorong produk kerajinan lokal menembus pasar ekspor dengan tetap membawa nama Situbondo melalui sinergi pemerintah, Dekranasda, perbankan, dan pelaku UMKM, Senin 10 Agustus 2026.
Produk kerajinan Kabupaten Situbondo dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional, tetapi pemerintah daerah menyoroti persoalan identitas produk yang selama ini dinilai belum sepenuhnya membawa nama daerah.
Bupati Situbondo yang akrab dipanggil Mas Rio mengatakan, Situbondo telah dikenal sebagai Kabupaten UMKM sehingga sektor kerajinan harus menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi daerah.
"Bagaimana caranya supaya ini bisa ekspor? Supaya under name-nya tetap Situbondo," ujar Mas Rio saat pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Situbondo masa bakti 2025–2030.
BACA JUGA:Perkuat KP3, Pemkab Situbondo Perketat Pengawasan Distribusi Pupuk 2026
Mini kidi--
Ia mencontohkan sejumlah produk kerajinan Situbondo yang dikirim ke daerah lain, tetapi ketika dipasarkan justru menggunakan nama daerah tujuan.
Kondisi tersebut dinilai merugikan karena aktivitas ekonominya tidak sepenuhnya tercatat sebagai kontribusi daerah Situbondo. Karena itu, Dekranasda bersama pemerintah daerah dan sektor perbankan diminta bersinergi membantu UMKM naik kelas.
Bantuan tersebut meliputi pengurusan legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal hingga pendampingan proses ekspor.
Bupati juga meminta pelaku UMKM tidak hanya mengandalkan pameran konvensional. Strategi digital marketing melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan live selling harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas jangkauan pasar.
"Sebagus apa pun produknya, kalau tidak disentuh dengan digital marketing, perkembangannya akan berat," ujarnya.
BACA JUGA:Unik! Bupati Situbondo Duel Adu Rotan Lawan Dandim di Festival Ojhung 2026
Gempur Rokok Illegal--
Sementara itu, Ketua Dekranasda Situbondo, Husna Laili, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan inventarisasi dan klasifikasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan.
Pelaku usaha akan dipetakan berdasarkan tahap perkembangannya, mulai dari pelaku usaha pemula hingga yang sudah siap melakukan ekspor.
Dekranasda juga menyiapkan pemanfaatan Gedung IKM di kawasan Pasir Putih sebagai tempat display produk serta menyediakan mini galeri di Pendopo Aryo untuk menampilkan produk-produk unggulan yang telah dikurasi.
"Dari sisi pemasaran, Dekranasda akan mengaktifkan kembali situs web resmi untuk memperkuat promosi digital melalui Instagram dan TikTok," ujar Mbak Una, panggilan istri Bupati Situbondo.
Lebih jauh, Mbak Una menambahkan, sejumlah produk yang memang sudah berada pada tahap ekspor akan terus didorong, tidak hanya terbatas ke satu negara saja. Pihaknya juga akan membuka peluang lebih luas.
"Langkah strategis ini diharapkan mampu membuat produk kerajinan Situbondo tidak hanya laku di pasar domestik, melainkan juga naik kelas, menembus pasar ekspor, dan membawa nama Situbondo ke panggung dunia," pungkasnya. (fat)